Batik Corona, Cara Ganjar Edukasi Masyarakat

Kemudian di tengah lingkaran dibuat coretan menyerupai huruf C. Ganjar dibantu istrinya Ika, mengaplikasikan desain itu dalam bentuk batik tulis dan cap.

Proses membatik tulis diselesaikan dalam tiga hari, kemudian dilanjutkan pewarnaan. Untuk proses itu, katanya, tergantung dari sinar matahari untuk menjemur kain.

Batik Corona, lanjutnya, tidak dibuat untuk menakuti publik. “Tidak ada maksud menakuti masyarakat, batik itu jadi sarana memahamkan publik bahwa virus Covid ada dan sangat berbahaya. Ide itu ternyata bisa dituangkan dalam desain batik yang unik tapi tidak kalah indah dengan desain lainnya,” tegasnya.

Ganjar mencoba memasarkan batik tersebut secara daring dengan mengunggah kain ke akun media sosialnya. Pemilik bendera GW Collection itu mematok harga Rp 150 ribu untuk batik cap dan Rp 300 ribu batik tulis. “Pemasaran daring sekarang jadi tumpuan dan kondisinya sudah mulai membaik. Begitu dipasarkan, animo publik cukup bagus, banyak yang berminat membeli,” ucapnya.

BERITA REKOMENDASI