Bawaslu Gagalkan Pemasangan APK Ilegal

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purworejo menggagalkan pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) ilegal. Bawaslu mendapati 1.100 APK bergambar salah satu pasangan calon presiden dan wakil predisen hendak dipasang di pohon.

Upaya pemasangan tersebut diketahui ketika Ketua Bawaslu Kabupaten Purworejo Nur Kholiq pulang rapat koordinasi (rakor) di kantor bawaslu, kemarin malam. "Ketika pulang saya melihat sekelompok orang sedang memasang APK di pohon perindang tepi Jalan Sarwo Edie Wibowo. Kami datangi dan jelaskan bahwa perbuatan itu melanggar," ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Jumat (16/11/2018).

Pihak pemasang yang berjumlah enam orang, diminta ke Bawaslu membawa seluruh APK yang hendak dipasang. Mereka juga dimintai keterangannya oleh anggota dan staf Bawaslu Purworejo. Berdasar pemeriksaan, diketahui enam orang tersebut bukan warga Purworejo.

Ketika dihitung, APK banner berukuran 80 x 100 sentimeter sebanyak 1.100 buah. Namun mereka mengakui telah memasang 900 APK di sejumlah pohon wilayah Purworejo. "Mereka angkut APK menggunakan mobil pikap. Lalu setelah diminta keterangan, APK ditinggalkan dan mereka dibolehkan pulang," terangnya.

Pihak Bawaslu, lanjutnya, menilai pemasangan tersebut tidak diperbolehkan karena dipasang di tempat terlarang. KPU melarang pemasangan APK di pohon dan harus menyertakan izin. "APK tersebut tidak berizin. Maka kami instruksikan jajaran Bawaslu Kecamatan untuk mendata APK yang melanggar di wilayahnya," tegasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI