Bawaslu Minta ASN Hati-hati Bermedsos

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purworejo meminta seluruh ASN, kepala desa, dan perangkat desa untuk bijak dalam bermedia sosial (medsos) di masa Pilkada Purworejo 2020. Aparatur negara harus menjaga netralitas dengan tidak menunjukkan keberpihakan lewat perbuatan menyukai, mengomentari, atau membagikan konten kampanye di media sosial.

Ketua Bawaslu Purworejo Nur Kholiq mengatakan, ada regulasi yang menjerat ketika aparatur negara itu ketika terindikasi tidak netral. “ASN, TNI, Polri, dan perangkat desa dilarang melakukan tindakan atau perbuatan yang dinilai dapat menguntungkan dan merugikan paslon tertentu. Regulasi tegas mengatur pelanggaran itu,” tuturnya kepada KRJOGJA.com, usai rapat dengar pendapat dengan Komisi 1 DPRD Purworejo, Selasa (6/10).

Menurutnya, pelanggaran netralitas yang kerap terjadi adalah terkait aktivitas di media sosial. Bawaslu memiliki tim patroli siber yang mengamati perilaku masyarakat di 16 kecamatan Purworejo dalam bermedsos.

Bahkan, Bawaslu telah memproses dugaan pelanggaran netralitas yang dilakukan seorang ASN berpangkat eselon dua di Purworejo. “Kami melakukan klarifikasi atas perbuatan pelaku yang menyukai dan mengomentari unggahan berisi materi kampanye salah satu paslon. Hasilnya kami kirimkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan selanjutnya apapun keputusannya, menjadi kewenangan KASN,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI