Bawaslu Purworejo Dapat Kiriman Keranda Mayat

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sebuah kerenda kematian dan karangan bunga duka cita sebagai simbul kematian demokras dikirim ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purworejo. Bawaslu dinilai telah bertidak secara arogan dan sewenang-wenang dalam penertiban alat peraga kampanye (APK) yang diproduksi peserta Pemilu pemilihan bupati dan wakil bupati (Pilbup).

“Arogansi Bawaslu ini dapat kita lihat dengan penafsiran sepihak atas ukuran, bahan APK yang kami produksi. Padahal dalam koordinasi kami sudah menyampaikan ukuran dan bahan APK yang akan kami produksi,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Purworejo Dion Agasi Setiyabudi SKom MSi di halaman Kantor Bawaslu, Rabu (28/10/2020) sore.

PDI Perjuangan yang mengusung pasangan calon (Paslon) Bupati Agustinus Susanto – Kelik Rahmad Kabuli Jarwinto (ASLI) mengaku merasa diperlakukan tidak adil olah Bawaslu dengan bersembunyi di balik pasal-pasal regulasi.

Guna menyampaikan aspirasi itu mereka yang mayoritas kader PDI Perjuangan mendatangi kantor Bawaslu dari Markas Kandang Kebo di Jalan Kartini dengan mengusung kerenda kamatian. Kerenda ini kemudian diletakkan di halaman Kantor Bawaslu yang disertai karangan bunga duka cita dan panflet yang menghujat tindakan Bawaslu.

Bentuk arogansi ini ditunjukkan dari penafsiran jajaran Bawaslu yang menurut Dion Agasi Setiyabudi yang didampingi sekitar 20 kader lainnya, ukuran spanduk 1 x 6 meter tidak boleh lebih maupun kurang, padahal ukuran itu maksimal. “Yang kami produksi itu I x 5 meter, lebih kecil, tapi tetap dicopot karena dianggap tidak sesuai ukuran (1 x 6),” keluhnya.

Dalam penertiban Bawaslu itu katanya, ada sekitar 4.900 APK yang ditertibkan dari paslon yang diusungnya.

Menanggapi hal ini Ketua Bawaslu Purworejo Nur Kholik SH SThI MKn berjanji akan segera mempelajari pengaduan ini. “Soal penertiban 4.900 AKP paslon ASLI nanti akan kita diskusikan,” tandasnya seraya mengaku, pada prinsipnya Bawaslu tidak ada tendensi apa-apa dalam penertiban AKP ini. (Nar)

BERITA REKOMENDASI