Bawaslu Purworejo Temukan Pelanggaran, Tim Kampanye Libatkan Perdes

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Tim kampanye/tim sukses pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Purworejo nomor urut satu dan tiga, dinilai telah melanggar ketentuan. Kedua paslon ini pada tim kampanye melibatkan perangkat desa (Perdes) dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

“Atas temuan itu Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Purworejo merekomendasikan kepada KPU untuk meminta kepada tim sukses pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati agar memperbaiki tim kampanyenya,” kata Ketua Bawaslu Purworejo Nur Kholiq, Selasa (13/10).

Pelanggaran itu diketahui ketika Bawaslu mencermati daftar susunan tim kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati melalui Formulir Model BC1-KWK.

Berdasarkan kajian Bawaslu, paslon nomor urut 1 dan paslon nomor urut 3 melanggar ketentuan Pasal 68 ayat (2) huruf (c) Peraturan KPU Nomor 11 tahun 2020 yang mengatur tentang kampanye. “Dalam ketentuan itu dijelaskan bahwa dalam kegiatan kampanye, partai politik dan gabungan partai politik, pasangan calon atau tim kampanye dilarang melibatkan kepala desa dan perangkat desa atau kelurahan,” paparnya.

Dijelaskan, dalam susunan tim kampanye paslon bomor 1 tercantum nama salah satu perdes Desa Sutoragan Kecamatan Kemiri. Sedangkan susunan tim kampanye Paslon Nomor 3 tercantum nama salah satu anggota BPD Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan.

“Perangkat desa dan anggota BPD merupakan pihak yang tidak boleh terlibat dalam kampanye,” jelasnya. (Nar)

 

BERITA REKOMENDASI