Baznas Magelang Ingin Belajar ke Kota Magelang

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Magelang menerima kunjungan Baznas Kabupaten Malang Jawa Timur di Ruang Sidang Lantai 2 Setda Kota Magelang, Rabu (18/12/2019). Kedatangan rombongan Baznas Kabupaten Magelang diterima Asisten Administrasi Sekda Kota Magelang Taufiq Nurbakin, didampingi Ketua Baznas Kota Magelang Mansyur Siraj dan Kepala OPD terkait maupun lainnya.

Ketua Baznas Kabupaten Malang Khoirul Hafidz Fanani mengatakan kunjungan ini merupakan kunjungan balasan setelah Baznas Kota Magelang berkunjung ke Kabupaten Malang, akhir Bulan Oktober 2019 lalu lalu.

"Ini kunjungan balasan. Kami ingin menjalin silaturahim dan sharing tentang Baznas Kabupaten Malang. Begitu juga kami ingin belajar kepada Baznas Kota Magelang," kata Khoirul.

Dikatakan, pada kurun waktu 2018 Baznas Kabupaten Malang telah menghimpun dana zakat dan infak sebesar Rp 8,5 milyar, dan diprediksi perolehan tahun ini tidak jauh dari angka tersebut.

"Laporan per November 2019 ini sudah terhimpun Rp 7 milyar. Jadi kami perkirakan sampai akhir tahun ini tidak jauh dari perolehan tahun 2018 lalu," katanya.

Baznas Kabupaten Malang melingkupi 33 wilayah kecamatan. Lembaga ini memiliki unit pengumpul zakat (UPZ) di dinas-dinas, SMP Negeri, kantor kecamatan, termasuk Kementerian Agama setempat yang mampu menyumbang signifikan hingga Rp 70 juta/bulan.

Dikatakan, pihaknya memiliki program bedah rumah sebagai program prioritas. Sepanjang 2019, sebanyak 350 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Malang telah dibantu Baznas yang bekerjasama dengan Dinas Cipta Karya.

"Harapan kami ke depan perolehan akan lebih bagus, meningkat dari segi penanganan dan pendistribusian. Ia juga ingin zakat dan infak dibuat Perda, sehingga kuat dari sisi aturan, dan penghimpunan juga semakin meningkat," tambahnya.

Sementara itu Ketua Baznas Kota Magelang Mansyur Siraj menyambut baik kunjungan Baznas Kabupaten Malang. Baznas Kota Magelang, lanjutnya, merupakan Baznas terkecil di Jawa Tengah karena hanya melingkupi 3 kecamatan.

Perolehan zakat dan infak tentu jauh lebih sediki dibanding Kabupaten Malang. Tahun 2018, pihaknya berhasil menghimpun zakat dan infak mencapai Rp 1,65 milyar. Sedangkan hingga pertengahan Desember 2019 ini sudah terhimpun Ro 1,63 milyar.

Asisten Administrasi Setda Kota Magelang Taufiq Nurbakin mengatakan keberadaan Baznas di Kota Magelang sebagai transformasi dari Badan amil zakat daerah (Bazda) Kota Magelang. Perubahan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan dan memaksimalkan penghimpunan dan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kota Magelang untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. (Tha)

BERITA REKOMENDASI