Beban Jembatan Pogung Semakin Berat Akibat ‘KAS’

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Beban jembatan gantung Sungai Jali di Desa Pogungjurutengah Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo, semakin berat setelah viralnya Keraton Agung Sejagat (KAS), beberapa hari terakhir. Ratusan orang yang penasaran ingin mengunjungi bangunan keraton 'abal-abal' , melintasi jembatan tua itu setiap hari. 

Baca Juga: Duh.. Ratu Keraton Agung Sejagat Ternyata 'Rewel'

Untuk menjaga keselamatan pengunjung dan jembatan, warga setempat membatasi jumlah warga yang melintas. "Terpaksa kami batasi, maksimal sepuluh orang sekali jalan, atau dua sepeda motor. Kami melihat kondisi jembatan semakin memprihatinkan," tutur warga Dusun Krajan Pogungjurutengah, Supratno, kepada KRJOGJA.com, Selasa (28/1/2020). 

Jembatan itu menjadi pilihan utama pengunjung dari wilayah timur desa, karena letaknya dekat dengan keraton. Pengunjung tinggal memarkirkan kendaraan di rumah warga, lalu menyeberang jembatan dan sampai di keraton yang letaknya hanya 50 meter dari akses itu. 

Warga, lanjutnya, menyadari ada potensi bahaya apabila pengunjung dibiarkan bebas melintasi jembatan. Pasalnya, besi pengait dan seling baja sudah mulai berkarat karena termakan usia. Bagian bawah fondasi jembatan juga menggantung karena tergerus arus sungai. 

Bahkan, beberapa hari dilintasi ratusan pengunjung, ada satu seling kecil pengikat lantai jembatan yang putus. "Kami ikat seling itu dengan kawat, untuk sementara bisa bertahan. Kalau seling baja utama sementara ini masih aman, tapi tetap menjadi perhatian," ungkapnya. 

Kepala Desa Pogungjurutengah, Slamet Purwadi mengemukakan, jembatan itu dibangun pada tahun 1993 lewat program ABRI Masuk Desa dan belum pernah mendapat perbaikan total. Perbaikan yang dilakukan desa baru sebatas mengganti lantai kayu, sebagian besi jelujur, dan memperkuat tiang pancang. "Beberapa kali perbaikan dengan swadaya warga, tapi belum sampai menyentuh seling utama, kami tidak mampu," ucapnya. 

Baca Juga: Geledah Keraton Agung Sejagat, Polisi Temukan Ini

Pemerintah, lanjutnya, memberi perhatian dengan rencana mengalokasikan bantuan Gubernur Jawa Tengah pada tahun 2020. "Rencananya tahun ini dapat bantuan dari Pemprov Jateng untuk perbaikan jembatan, tapi nilainya belum tahu. Semoga terealisasi sehingga keselamatan warga terjamin," tandasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI