Belasan Nakes Terkonfirmasi Covid-19. IGD RSUD Tjitrowardojo Ditutup Tiga Hari

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo ditutup selama tiga hari, Kamis – Minggu (03-06/12/2020). Penutupan dilakukan setelah 14 tenaga medis rumah sakit tersebut terkonfirmasi Covid-19.

Penutupan sementara dilakukan setelah manajemen menggelar rapat dengan Pemkab Purworejo menyikapi adanya belasan nakes yang terkonfirmasi. Mereka yang terkonfirmasi antara lain satu dokter dan tiga perawat di IGD, satu dokter dan empat perawat Intensive Care Unit (ICU), satu dokter instalasi rawat jalan, satu dokter instalasi radiologi, dua perawat bangsal, dan satu petugas penyuci hama. Mereka diketahui terkonfirmasi berdasar hasil tes rutin yang dilakukan kepada paramedis rumah sakit pada 26 November 2020.

Sebanyak sepuluh tenaga medis terkonfirmasi menjalani isolasi mandiri di rumah mereka, sedangkan empat lainnya menjalani perawatan di RSUD Dr Tjitrowardoyo. Manajemen melakukan swab massal terhadap 750 tenaga medis dan nonmedis RSUD selama 30 November – 2 Desember 2020.

Plt Direktur RSUD Dr Tjitrowardojo dr Kuswantoro MKes mengatakan,penutupan IGD sementara dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 antar tenaga medis dan nonmedis, serta antara tenaga di rumah sakit dengan pasien mereka. “Mereka yang terkonfirmasi maupun petugas satu ruangan lain yang hasil tesnya negatif, sementara di-off kan dulu,” ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Kamis (03/12/2020).

Pasca penutupan, Kuswantoro mengimbau para calon pasien untuk mengakses IGD di rumah sakit lain apabila membutuhkan pelayanan darurat. Pemkab dan rumah sakit, katanya, telah berkoordinasi dengan belasan rumah sakit swasta di Purworejo. “Mereka siap membantu,” ucapnya.

Selain menutup IGD sementara, manajemen RSUD juga mengalihkan pasien ICU ke ruang High Care Unit (HCU). Pemindahan dilakukan karena tenaga yang bertugas di ICU seluruhnya diliburkan selama tiga hari. “Tenaga yang bertugas di ICU itu punya keahlian khusus, tidak bisa perawat biasa ditugaskan di sana. Maka sementara, kami pindah dulu ke HCU,” tuturnya.

Meski demikian, rumah sakit tetap membuka pelayanan rawat jalan, hemodialisa, transfusi dan Bangsal Bima yang khusus merawat pasien Covid-19. Rumah sakit memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, mulai mewajibkan masker, cek suhu tubuh, pembatasan kerumunan, aturan jaga jarak, dan cuci tangan memakai sabun. “Petugas yang sehat di instalasi yang bebas Covid-19 tetap bekerja dan kami tidak kewalahan melayani pasien,” ujarnya.

Kuswantoro mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dalam kehidupan sehari-hari. “Juga tolong kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk terus gencar membantu sosialisasi protokol kesehatan, sehingga Covid-19 dapat dikendalikan. Untuk diketahui, dari 32 bed di Bangsal Bima, sudah terisi 31, hanya tersisa satu tempat tidur,” tegasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI