Bencana Susulan Mengancam Purworejo

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Sejumlah wilayah dataran dinggi di Kabupaten Purworejo hingga kini masih berpotensi terjadi bencana tanah longsor. Bahkan sebagian sudah mulai retak dengan lebar hingga mencapai 60 cm dan memanjang hingga ratusan meter.

 

“Ini yang harus diantisipasi karena cukup membahayakan, padahal di bawah tebing itu terdapat pemukiman penduduk,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Drs Boedi Hardjono, Rabu (13/7).

Rekahan tanah yang cukup membahayakan lanjut Boedi Hardjono, diantaranya di Desa Remun Kecamatan Loano. Padahal di bawah tebing itu terdapat puluhan rumah penduduk yang dihuni sekitar 60-an jiwa. Lokasinya perbukitan dengan tebing cukup curam.

Kondisi ini katanya, jika terjadi hujan dalam tempo cukup lama warga harus siaga dan  mengungsi. “Jika rekahan tanah itu kemasukan air cukup banyak, dikawatirkan bisa longsor,” tandasnya.

Kondisi yang sama juga terjadi di tempat lain seperti di Desa Sidomulyo Kecamatan Purworejo dan beberapa desa di wilayah Kecamatan Kaligesing. “Bahkan di Desa Sidomulyo terdapat batu besar yang posisinya sudah sangat mengkawatirkan,” jelasnya.

Tanah di bawah batu dan sekitarnya itu sudah longsor bersamaan dengan longsor dan banjir awal bulan Ramadan lalu yang menewaskan 46 orang di berbagai desa, termasuk di Sidomulyo. “Untuk menyingkirkan atau memecah batu itu cukup sulit karena besar sekali,” akunya.

Sementara itu intensitas hujan di wilayah Purworejo diperkirakan masih cukup tinggi sesuai perkiraan BMKG. Sementara itu para korban bencana hingga kini masih mengungsi baik di rumah warga maupun tempat pengungsian. (Nar)

BERITA REKOMENDASI