Bendung Guntur Targetkan 1.500 Liter Air per Detik

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Kontur tanah atau topografi menjadi kendala utama dalam pembangunan Bendung Guntur di Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo. Namun bendung ini sudah menjadi program pembangunan nasional yang harus segera dilaksanakan. 

Bahkan bendung tertinggi di Asean ini dirancang untuk dapat menyuplai air wilayah Purworejo, Kebumen dan Kabupaten Kulonprogo di DIY, termasuk suplai air bersih ke Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

“Kontur tanah di wilayah ini kemiringannya sangat terjal,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan Tanah Kantor Badan Petanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Tengah Ir R Manu Martono MSi di Purworejo, Kamis (13/6).

Disamping itu anggaran untuk ganti rugi tanah penduduk juga belum disediakan sehingga menjadi masalah tersendiri. Meskipun masyarakat sangat mendukung.

Untuk membangun bendung ini lanjut Manu Martono yang didampingi Kepala BPN Purworejo Iriyanto SH MH, ada lahan di delapan desa terdampak yang harus segera diselesaikan secara administrasi. Masing-masing Desa Guntur, Nglaris, Limbangan, Karangsari, Bener, Kedungloteng, dan Wadas di Kecamatan Benar, serta Desa Kemiri di Kecamatan Gebang.

“Bendung yang memanfaatkan Sungai Bogowonto ini diprediksikan mampu menghasilkan sekitar 1.500 liter air per detik,” jelasnya.

Bendung ini katanya, akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air baku, irigasi, dan energi terbarukan. Sekaligus mewujudkan kemanfaatan air yang berkelanjutan untuk mendapatkan energi listrik. “Bendung ini diprediksikan mampu menyuplai kebutuan irigasi pada sekitar 15.519 hektar lahan pertanian,” katanya.(Nar)

 

BERITA REKOMENDASI