Bendungan Tertinggi di Indonesia Segera Dibangun di Bener

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Bendungan tertinggi di Indonesia segera dibangun di Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo. Pemerintah mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp 4 triliun untuk  konstruksi setinggi 159 meter itu. Pembangunan direncanakan mulai pada Agustus atau September 2018.

Kepala Balai besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) Tri Bayu Aji mengemukakan, persiapan pembangunan bendungan di Sungai Bogowonto itu sudah final. "Persiapan selesai, tinggal pelaksanaannya saja," katanya saat berada di Purworejo, Kamis (03/05/2018).

Menurutnya, bentuk kesiapan antara lain terlihat dari telah disiapkannya anggaran untuk pembebasan lahan senilai hampir Rp 1 triliun. Pembayaran rencananya dilakukan secara utuh kepada warga terdampak pembangunan dengan bekerjasama dengan pihak perbankan.

Diakui grounbreaking sempat direncanakan pada Desember 2017. Namun diundur karena terkendala akses jalan yang terlalu curam. Pemerintah mencari akses baru yang lebih landai tanpa harus mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat.

"Jalan sepanjang 12 kilometer disiapkan dan setelah selesai, akan kami serahkan kepada pemkab, bisa dimanfaatkan jadi salah satu jalan lingkar kabupaten," terangnya.

Bangunan tapak bendungan rencananya didirikan di Desa Guntur Kecamatan Bener. Pemerintah akan membangun konstruksi urukan batu dengan membran beton. Untuk batu uruk, rencananya diambil dari bukit di Desa Wadas Kecamatan Bener.

"Saat ini memang masih ada polemik di masyarakat terkait rencana pengambilan batu, tetapi kami terus upayakan penyelesaian secara bijak. Kami terus lakukan pendekatan," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM mengemukakan, polemik di masyarakat harus diselesaikan dengan sosialisasi terus menerus. Bupati optimis pembangunan megaproyek itu akan sukses dan memberi manfaat untuk masyarakat Purworejo dan sekitarnya.

"Sosialisasi tidak bisa sekali dua kali, seperti pembangunan Bandara NYIA di Kulonprogo, juga menyisakan sedikit persoalannya. Masyarakat harus terus diberi penjelasan terkait manfaat pembangunan bendungan itu," tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI