Berhasil Bebaskan 73 Pekerja Migran, Ini Cerita Dirut PT DYP

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRJOGJA.com) – Raut wajah bahagia terlihat dari wajah awak PT Dian Yogya Perdana, termasuk direktur utamanya, Darsun. Bagaimana tidak, mereka bersama pemerintah habis-habisan memperjuangkan bebasnya 73 pekerja migran Jawa Tengah yang ditahan Depot Imigrasi Melaka Malaysia.

Cerita berawal ketika kabar kurang menggembirakan datang dari Melaka Malaysia pada 15 Januari 2018. Depot imigrasi setempat menggelar razia di perusahaan Dominant Opto Technologies.

Mereka mengamankan 73 pekerja migran asal Indonesia karena dianggap melanggar admunistrasi permit. Mereka memiliki permit bekerja di Malaysia, namun alamat penempatannya tidak sesuai. "Dengar informasi mereka ditahan pihak imigrasi, saya berangkat ke Malaysia," kata Darsun, kepada KRJOGJA.com, Senin (2/4).

Darsun mulai mengurus administrasi tersebut. Ternyata tidak ada pelanggaran berarti. Paspor dan permit mereka kantongi, termasuk visa. Semua lengkap. 
Namun membebaskan mereka dari tahanan imigrasi bukan perkara mudah. "Tidak bisa langsung bebas, padahal semua persyaratan sudah diajukan dan sesuai," ujarnya.

Darsun bertekad menunggu di Malaysia hingga 73 pekerja yang berangkat dengan jasa PT Dian Yogya Perdana itu bebas. Ia wira-wiri ke Dominant, juga ke depot imigrasi untuk memastikan 73 pekerja mendapat pelayanan yang baik. Beruntung perusahaan memiliki rumah yang dijadikan asrama pekerja PT Dian di Melaka. 
Keberangkatan pucuk pimpinan juga tidak mengganggu aktivitas PT Dian. Karyawan menjalankan roda perusahaan dan terus dipantau Darsun dari Malaysia. 

Minggu berlalu dan sinergi perusahaan dengan KBRI Malaysia mulai membuahkan hasil. "Ketika saya ke depot, dapat kabar jika tiga minggu lagi pekerja bebas. Saat itu saya izin pulang ke Indonesia," ucapnya.

Darsun manfaatkan kesempatan itu untuk istirahat sekaligus membangun komunikasi dengan pemerintah Indonesia mempersiapkan kepulangan pekerja migran. Seminggu menjelang waktu yang dijanjikan, ia kembali ke Malaysia.
Akhirnya hari yang ditunggu jatuh pada Sabtu (31/3). Imigrasi membebaskan 73 pekerja migran pada pukul 02.00. Mereka langsung dipulangkan ke Indonesia. 
"Sudah pulang, sudah selesai. Kejadian ini cukup menyita fisik dan pikiran, berat badan saya sampai turun delapan kilogram, akan tetapi jadi hikmah yang baik untuk kami," tandasnya.(Jas)

TKI

BERITA REKOMENDASI