Biaya PTSL 2020 Dipertanyakan, Panitia Sumberagung Beberkan Berita Acara Kesepakatan

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Panitia Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) tahun 2020 Desa Sumberagung Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo angkat bicara terkait adanya polemik biaya pengurusan PTSL yang disampaikan warga saat penyerahan sertifikat tanah, Kamis (25/3). Panitia menunjukkan berkas berita acara kesepakatan tentang besaran biaya yang muncul dalam pelaksanaan program itu.

Ketua Panitia PTSL Sumberagung Sukirno mengatakan, pungutan itu tidak asal ditarik oleh panitia tanpa adanya kesepakatan. “Semua ada dasarnya, yakni kesepakatan antara panitia, pendamping, dan masyarakat peserta program,” katanya, Jumat (26/3).

Kesepakatan tersebut dilaksanakan pada 29 Januari 2020, dengan mengundang warga yang berminat ikut PTSL. Dalam kesepakatan, Sukirno sebagai pihak pertama, sedangkan pihak kedua atau perwakilan warga peserta PTSL, diwakili Wariso.

Berita acara memuat rincian Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) yang muncul akibat program dan dibiayai secara swadaya oleh peserta program. Biaya dibagi dua, yakni untuk biaya pengukuran dan pembuatan sertifikat perbidang dan pengukuran serta pematokan tanah untuk yang tidak membuat sertifikat.

Untuk pos pengukuran dan pembuatan sertifikat, biaya yang muncul antara lain untuk fotokopi, materai, patok, pemberkasan, saksi, honorarium petugas pendamping pengukuran, dengan total senilai Rp. 500.000. Adapun biaya pengukuran dan pematokan bagi yang tidak membuat sertipikat, adalah untuk patok dan honor tim pendamping ukur, dengan nilai Rp. 100.000.

Rencana pembiayaan itu kemudian disepakati oleh warga yang hadir. “Dalam berita acara dapat dilihat yang tanda tangan kehadiran ada 70 orang,” ucapnya.

BERITA REKOMENDASI