Bikin Resah Warga, Satpol PP Razia Anak ‘Punk’

Editor: KRjogja/Gus

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Selama Ramadhan 2018 kegiatan razia terhadap para pelanggar ketertiban umum, khususnya kelompok anak jalanan atau anak-anak punk yang telah meresahkan masyarakat di sekitar tempat mereka berkumpul, kerap dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebumen.

" Mengingat karakter mereka adalah nomaden atau berpindah-pindah tempat berkumpul, maka kami harus terus mengikuti pergerakan mereka," ujar Kabid Tibum dan Tranmas Satpol PP Kebumen, Dr Suratno, di ruang kerjanya, Jum'at (25/05/2018).

Saat mereka berkumpul dan berdomisili sementara di sebuah tempat itulah perlanggaran hukum sering mereka lakukan, seperti mencuri barang milik warga masyarakat di dekat lokasi mereka berkumpul.

" Karena mereka menganggur, untuk membeli makanan biasanya mereka mencuri barang milik warga. Seperti, sandal di luar rumah warga dan berbagai barang berharga di dalam rumah warga. Tak jarang juga mereka mabuk-mabukan. Biasanya kami langsung bergerak merazia mereka setelah warga melapor kepada kami," ujar Suratno.

Selain mencuri, kelompok anak punk seringkali kami dapati menginap di bangunan kosong milik warga atau pemerintah, lalu merusak perabotan di dalamnya. 
 
Sejumlah tempat di Kebumen yang ditengarai sering dijadikan tempat domisili sementara mereka adalah pertigaan Dukuh Kedungbener Desa Sumberadi Kecamatan/Kabupaten Kebumen, bangunan kosong milik Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen di Desa/Kecamatan Prembun Kebumen, bangunan kosong dekat Stasiun Kutowinangun dan Pasar Hewan Kebumen.

" Selain muka-muka lama, dalam razia sering pula ditemukan muka-muka baru yang kebanyakan adalah remaja berusia 13 sampai 16 tahun. Setelah dirazia, kami cek fisik maupun psikis mereka untuk mengetahui kemungkinan penggunaan obat-obatan terlarang dan kondisi kesehatan  jiwa mereka," ujar Suratno.

Untuk pembinaan, mereka ditempatkan di Rumah Singgah Orang Bermasalah Sosial milik Pemkab Kebumen di Dukuh Bojong Kelurahan Panjer Kebumen, selama 3 hari, kemudian dikembalikan ke keluarga masing-masing. (Dwi) 

 

BERITA REKOMENDASI