Bisnis Kopi Tak Surut Meski Pandemi

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Geliat bisnis kopi di Kabupaten Purworejo tidak surut meski pandemi Covid-19 melanda Indonesia beberapaulan terakhir. Pemasaran kopi bubuk dalam kemasan tetap stabil, bahkan ada peningkatan untuk pemasaran dalam negeri.

Prosesor kopi di Desa Donorejo Kecamatan Kaligesing, Sugiharto mengatakan, peningkatan diduga terjadi karena banyak penikmat kopi yang mengurangi waktu pergi ke kafe umum. “Mereka mungkin masih mengurangi kesempatan pergi keluar rumah untuk ngopi, padahal minum kopi sudah jadi hobi dan kebutuhan, maka menyeduh di rumah jadi pilihan. Kenaikannya kira-kira 5 – 10 persen,” tuturnya kepada KRJOGJA.com, Jumat (21/08/2020).

Dalam seminggu, Sugiharto mengirim 50 – 60 kilogram Kopi Seplawan produksinya ke konsumen di Purworejo, Jakarta, Bandung, dan Bali. Toto menjual kopi arabika Rp 300.000 perkilogram dan robusta Rp 180.000 perkilo. Ia juga menyediakan kopi dalam kemasan kecil, mulai berat 100 gram.

Kenaikan penjualan di dalam negeri, lanjutnya, ibarat pengganti tertutupnya keran ekspor kopi. Sebelum pandemi, Sugiharto rutin mengirim kopi kemasan kepada konsumen di Rusia dan Australia. Tapi, pemasaran ke Australia terhenti sejak Desember 2019 dan Rusia per Januari 2020. Konsumen, lanjutnya, beralasan mulai khawatir dengan merebaknya pandemi di China dan beberapa negara lainnya.

Senada, pemilik Rumah Pemasaran Kopi Nyong Siro Arif menambahkan, pasar kopi tetap terbuka luas kendati ada pandemi. Pemasaran kopi tetap tinggi karena dukungan sistem online yang meningkat sejak beberapa bulan terakhir. “Pandemi membuat orang mengakses sesuatu termasuk kopi, lewat internet, otomatis pemasaran kami ikut terdongkrak,” katanya.

Menurutnya, meningkatnya permintaan membuat prosesor kewalahan melayani pesanan. Kendati demikian, mereka tetap mempertahankan kualitas produk. “Kami jaga sejak hulu, dengan membina petani kopi di Perbukitan Menoreh, agar membudidayakan sesuai standar pasar. Misal tidak boleh menggunakan bahan kimia dan buah dipetik setelah berwarna merah,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI