BMKG Gelar Sekolah Lapang Iklim

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggelar sekolah lapang iklim (SLI) di Desa Kalimanggis Kecamatan Kaloran Temanggung dengan konsentrasi komoditas tanaman cabe guna membantu pemulihan ekonomi petani di fase pemulihan ekonomi Covid-19, Selasa (07/07/2020).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan SLI dikonsentrasikan pada komoditas yang sesuai dengan prediksi iklim dan cuaca dengan target harga komoditas tinggi yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

“Ini pelaksanaan program dan kegiatan yang ekstra ordinari atau tidak biasa, dalam fase pemulihan ekonomi sebagai dampak Covid-19. SLI dilaksanakan secara tidak biasa, ” kata Dwikorita Karnawati disela pembukaan SLI, Selasa (07/07/2020).

Dia menerangkan ekstra ordinari pada SLI kali ini diantaranya, mempertimbangkan cuaca dan iklim sebelum menanam dan pangsa pasarnya sehingga kualitas komoditas bagus dan harga panen tinggi. “SLI sebelumnya kurang memperhitungkan pangsa pasar. Kali ini mempertimbangkan. Ini ekstra ordinari,” kata dia.

Maka itu, terang dia, petani akan mendapat materi atau pembelajaran dalam membaca dan memprediksi cuaca, curah hujan dan informasi terkait iklim dan cuaca. Sehingga dapat menentukan langkah yang harus dilakukan untuk memperlakukan lahan dan tanaman.

“Adanya perubahan iklim secara global membuat pranoto mongso menjadi error. Maka petani diberi alat mengukur curah hujan dan mampu memanfaatkan informasi cuaca dan iklim dari BMKG untuk tanaman di lahan,” kata dia.

Kapala Kantor BMKG Semarang Tuban Wiyoso mengatakan di Jateng sebagian besar wilayah telah memasuki musim kemarau. Musim kemarau tahun ini sebagai kemarau normal.

“Beda dengan tahun lalu yang curah hujannya rendah, tahun ini curah hujan lebih tinggi. Hujan akan terjadi pada sore dan malam hari,” kata dia sembari mengatakan hujan tersebut perlu diwaspadai dan diantisipasi sehingga petani akan mendapat pembelajaran.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Temanggung Masrik Amin mengatakan target produksi cabai dari SLI tersebut harus diatas 1,2 ton per hektare. Jumlah lahan cabai di Temanggung mencapai 7000 hektare. “Diharapkan kedepan petani dapat membaca cuaca dan iklim serta menentukan jenis tanaman. Ini berorientasi pada pasar,” kata dia (Osy)

BERITA REKOMENDASI