BMKG Ingtakan Waspada Bencana Non Alam

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengingatkan pada warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengetahui tanda-tanda akan terjadinya bencana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terpapar Covid-19.

“Bencana non alam belum selesai. Tetap jaga protokol kesehatan untuk menghidari terpapar Covid-19 tetapi tetap mewaspadai lingkungan dari potensi bencana alam,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, ditemui disela penutupan SLI Operasional, di Temanggung, Kamis (05/11/2020).

Dia mengatakan menghindari Covid-19 diantaranya dilakukan dengan jaga jarak, sering cuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun dan memakai masker yang direkomendasikan.

Sementara untuk hindari bencan alam, disampaikannya dengan meningkatkan kewaspadaan pada lingkungan atau meningkatkan pengamatan lingkungan sekitar. Masyarakat harus mengetahui tanda-tanda akan terjadinya bencana alam, yang diantaranya tiba-tiba ada retakan pada lahan, lereng bengkak, ambles, pohon menjadi miring dan muncul air di lereng.

“Tanda-tanda biasanya muncul pada saat hujan lebat atau setelahnya. Jika warga mengetahui tanda-tanda akan ada longsor harus egera lapor pihak berwajib, seperti BPBD,” kata dia.

Dia mengatakan bila mengetahui akan ada bencana alam, warga dapat menyingkir menyelamatkan diri untuk meminimalisir korban dan dilakukan upaya pencegahan atau mitigas.

Masyarakat, katanya juga dilarang untuk menggali-mengali tanah secara sembarangan pada lereng saat banyak hujan. “Air sifatnya mendesak pada tanah pori-pori tanah yang lantas meluncur ke bawah dan hanyut,” kata dia.

Dia menerangkan Indonesia sendang dilanda La Nina. Dampak di Indoensia bervariasi, dari segi tempat dan waktu. Untuk bulan November hampir seluruh wilayah Indonesia terkena dampak peningkatan hujan dalam satu bulan rata-rata 20 persen.

“Peningkatan hujan khususnya di Jawa pada November. Sedangkan Desember sampai Januari akan berdampak di Indonesia bagian tengah utara dan timur,” kata dia, sembari mengemukakan seluruh Jateng curah hujan meningkat 20 persen. Tetapi ada yang meningkat 40 persen atau lebih, yakni di Kabupaten Cilacap dan Jepara.

Koordinator BMKG Jawa Tengah Tuban Wiyoso mengatakan khusus di Temanggung kenaikkan curah hujan di bagian selatan antara 1 -20 persen, sedangkan pada Februari di bagian selatang meningkan 20 persen. (Osy)

BERITA REKOMENDASI