BNN Temanggung Programkan Rehabilitasi Berkelanjutan

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Temanggung memberikan pelayanan rehabilitasi medis dan sosial secara berkelanjutan sesuai kebutuhan pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba   baik dalam tingkat penggunaannya maupun jenis zat yang digunakan untuk menyelamatkan mereka dari belenggu penyalahgunaan Narkoba.

"Pelaksanaan rehabilitasi berkelanjutan bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba terdiri dari serangkaian kegiatan mulai dari proses penerimaan awal hingga pelaksanaan program pascarehabilitasi," kata Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK Temanggung Djoko Sulistyono, Senin  (18/9/2017).

Dikatakan, penerimaan awal dilakukan melalui asesmen yang merupakan rangkaian pemeriksaan secara menyeluruh tentang keadaan klien terkait pemakaian narkoba dan dampaknya terhadap dirinya serta lingkungannya.

Asesmen ini untuk mendapatkan informasi gambaran klinis dan masalah yang lebih mendalam dari seorang klien secara komprehensif, baik pada saat klien memulai program, selama menjalani program, hingga selesai mengikuti program. Hasil asesmen berupa rencana terapi akan menjadi dasar dalam pemberian jenis pelayanan rehabilitasi,

Dikatakan berdasarkan kategori penggunaan atau kondisi tingkatan keparahan penyalahgunaan Narkoba, jenis layanan rehabilitasi dibagi menjadi dua yakni rawat jalan dan rawat inap. Rawat jalan diberikan kepada orang yang menyalahgunakan narkoba tingkat keparahan ringan dan sedang. Di Temanggung, pihaknya telah bekerja sama dengan RSUD Temanggung yang pada 2017 sudah melayani 12 klien, RSU Gunung Sawo Temanggung (17 klien) dan Klinik Pratama Brastomolo (13 klien).

Diterangkan, untuk rawat inap dibagi menjadi dua durasi waktu pelaksanaan, yaitu rawat inap jangka pendek dan rawat inap jangka panjang. Rawat inap jangka pendek pada kriteria penggunaan tingkat sedang dan berat dengan kondisi klien produktif, adanya dukungan keluarga, dan tidak ada penyakit penyerta yang membutuhkan perawatan secara intensif. Durasi ini selama maksimal empat bulan.

Sedangkan rawat inap jangka panjang, katanya, dilaksanakan pada kriteria penggunaan tingkat berat dengan kondisi klien kurang produktif, dukungan keluarga kurang, serta adanya penyakit penyerta yang membutuhkan perawatan secara intensif. Layanan ini dilaksanakan selama 6 (enam) bulan atau sesuai rencana terapi.

"Pada pelaksanaan layanan rehabilitasi, baik rawat jalan maupun rawat inap, diberikan intervensi psikososial yang minimal terdiri dari konseling dasar individual/kelompok, terapi kelompok, kelompok dukungan keluarga, dukungan kelompok sebaya, wawancara motivasi, dan cognitive behavioural therapy (CBT), rekreasional (outing)," katanya.

Disampaikan, layanan rehabilitasi rawat inap dilakukan di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido Bogor. Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makasar, Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah Samarinda, Loka rehabilitasi BNN Batam, Loka Rehabilitasi BNN Lampung, dan Loka Rehabilitasi BNN Deli Serdang.(Osy)

BERITA REKOMENDASI