BNNK Magelang Ajak Relawan Perangi Narkoba

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG, KRJOGJA.com – Sebanyak 80 persen masyarakat Indonesia, mengetahui jenis dan bahaya Narkoba, tapi masih saja melakukannya. Di Indonesia saat ini, ada 40 orang meninggal setiap hari karena Narkoba. Dan tidak ada satu pun wilayah Indonesia yang bebas dari Narkoba.

Hal itu disampaikan Kepala BNN Kabupaten Magelang, Catharina SH, SSos pada kegiatan asistensi penguatan pembentukan relawan anti narkoba di Kabupaten Magelang, di Rumah Makan Rejosari, Kecamatan Mungkid, Selasa (29/9/2020).

“Situasi nasional saat ini darurat narkoba. Peredaran narkoba di Indonesia sangat mudah, karena letak Indonesia yang terbuka sehingga mudah masuk dan menyebar. Awal-awal dahulu, sering menggunakan armada udara, namun saat ini banyak lewat jalur laut. Indonesia menjadi pangsa terbesar narkoba, karena jumlah penduduknya sangat besar. Peredaran narkoba bukan lagi menyasar orang dewasa dan remaja, tapi juga anak-anak,” katanya.

Pengguna narkoba di Kabupaten Magelang, kata Catharina, saat ini ada beberapa masih berusia anak-anak. Bahkan kini ada 21 anak yang sudah sembuh dan enam dari kalangan dewasa. “Mereka kebanyakan menggunakan pil diluar dosis. Hal ini terjadi karena masih minimnya fasilitasi dan aksebilitas layanan rehabilitasi bagi pecandu narkoba,” katanya.

Ditegaskan, jumlah prevalensi penyalahgunaan narkotika yang begitu tinggi, mengakibatkan Indonesia menjadi negara tujuan peredaran gelap narkotika. “Di Indonesia, paling muda usia 10 tahun sudah mulai menggunakan narkoba dan yang tertua sekitar usia 60 tahun. Di Kabupaten Magelang, usia paling muda berumur 11 tahun dan tertua sekitar usia 58 tahunan. Saat ini, modus peredaran narkoba, mengikuti perkembangan zaman. Terakhir diedarkan menggunakan masker,” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI