BPBD Kabupaten Magelang Antisipasi Erupsi Merapi

Editor: Ary B Prass

MAGELANG, KRJOGJA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, telah mengantisipasi terkait peningkatan aktivitas Gunung Merapi akhir-akhir ini. Sebelumnya, BPBD telah melakukan monitoring dan mitigasi, baik secara langsung ke lokasi maupun melalui layar.
“Terkait dengan pemantauan aktifitas Gunung Merapi, BPBD akan melakukan monitoring secara intensif baik melalui layar maupun datang ke lokasi. Mitigasi kita adalah dalam rangka penyelamatan manusia,” kata Edi Wasono, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang saat ditemui di Gedung Pusdalops BPBD Kabupaten Magelang, Senin (09/08/2021)
Hal itu menurutnya untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sehingga pihaknya dapat bergerak lebih cepat. “Saat ini statusnya (Gunung Merapi) masih siaga level 3 dan belum ada informasi terkait dengan rencana pengungsian,” lanjutnya.
Untuk itu pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan waspada serta tidak mudah percaya dengan berita-berita yang belum jelas sumber datanya. “Kita sudah siapkan beberapa skenario untuk langkah antisipasi jika terjadi erupsi Gunung Merapi dengan skala besar,” jelasnya.
Menurut Edi jika terjadi letusan dalam skala kecil maka untuk pengungsi akan ditempatkan di tempat evakuasi sementara memanfaatkan Desa Bersaudara (Sister Village).
“Namun di skenario kedua, jika terjadi letusan yang cukup besar dan mengancam jiwa manusia, maka pengungsi akan kita tempatkan di Tempat Evakuasi Akhir,” jelasnya.
Untuk skenario ketiga jika letusan Gunung Merapi terjadi lebih besar yang mengharuskan pengungsi dievakuasi lebih jauh, Edi menjelaskan jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi hal tersebut.
“Sekali lagi sampai saat ini belum ada rekomendasi BPPTKG terkait peningkatan status Gunung Merapi dan evakuasi warga untuk mengungsi,” pungkasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI