BPBD Temanggung: Kerugian Bencana Capai Rp 1,2 Miliar

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung mencatat kerugian materil akibat bencana tanah longsor dan puting beliung di Kabupaten Temanggung sepanjang Januari hingga awal Maret 2019 mencapai Rp 1,2 miliar. 

Plt Kepala Harian BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi mengatakan sejak Januari hingga awal Maret terdapat setidaknya 45 kejadian bencana, yang meliputi puting beliung, longsor, kebakaran dan banjir. 

"Bencana terbanyak puting beliung sekitar 35 kejadian, sedangkan longsor mencapai 7 kejadian. Bencana ini terjadi di sejumlah kecamatan," katanya, Senin (4/3/2019).

Dikatakan tidak ada korban jiwa dan luka pada bencana yang terjadi. Warga berhasil menyelamatkan diri atau menyingkir ke tempat yang aman beberapa saat sebelum kejadian terjadi. Usai kejadian warga langsung melaporkan pada BPBD kejadian yang dialami untuk mendapat pertolongan.

Dikemukakan, BPBD memberikan bantuan berupa sembako pada korban yang mengalami bencana. Kerugian diatas Rp 10 juta mendapat bantuan material bangunan sedangkan yang berada dibawah Rp 10 juta mendapat bantuan dana. 

Disampaikan pada 2019, BPBD menganggarkan dana untuk tanggap bencana sebanyak Rp 1,7 miliar sedangkan dana rehabilitasi rekonstruksi sebanyak Rp 700 juta. Sebagian dana itu sudah dipakai dan nanti jika masih kurang akan dimintakan kembali pada Pemerintah.

Dia mengatakan ada 6 kecamatan di Kabupaten Temanggung yang rawan bencana, kecamatan itu Pringsurat, Kaloran, Kandongan, Tretep, Kranggan dan Wonoboyo. "BPBD meminta masyarakat di kecamatan-kecamatan rawan bencana agar lebih peduli dan waspada bencana," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI