BPJAMSOSTEK Sosialisasikan Program KPR-MLT  

Editor: Ary B Prass

MAGELANG, KRJOGJA.com – Manfaat Layanan Tambahan (MLT) bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kini semakin dirasakan manfaatnya. Apalagi dengan terbitnya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 17 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Permenaker Nomor 35 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemberian, Persyaratan, dan Jenis MLT Dalam Program Jaminan Hari Tua. Melalui Permenaker ini, jangkauan program KPR-MLT ini dapat dimiliki oleh lebih banyak lagi peserta BPJAMSOSTEK.
Kepala BPJAMSOSTEK Magelang, Budi Santoso Kamis (4/11/2021) menerangkan, bahwa adanya Permenaker 17 ini akan memudahkan bagi para peserta dalam mendapatkan manfaat perumahan berupa KPR-MLT. “Kami sangat mengapresiasi dengan terbitnya Permenaker 17 yang telah ditandatangani Menaker, hal ini tentunya akan sangat membantu kami dalam upaya perluasan kepesertaan dan memberikan perlindungan menyeluruh bagi para pekerja di Indonesia. Di sisi lain, tentu akan menambah daya tarik dari kalangan pekerja ataupun pemberi kerja, agar dapat menjadi peserta dari program BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Ditambahkan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri, salah satu manfaat nyata dari regulasi ini adalah memungkinkan peserta untuk melakukan take over melalui Bank yang bekerjasama dengan BPJAMSOSTEK. Sebelumnya salah satu syarat umum untuk mengajukan KPR-MLT bagi peserta hanya berlaku untuk pengajuan atas rumah pertama dari pemohon.
“Dengan adanya program take over KPR ini, diperkirakan manfaat MLT ini akan dirasakan oleh peserta dengan cakupan yang lebih luas lagi,” imbuhnya.
Lebih lanjut disampaikan Anggoro, bahwa beberapa poin penting yang menjadi sorotan antara lain pengalihan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari skema umum/komersial menjadi skema MLT. Selain itu juga nominal Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) menjadi maksimal Rp 150 juta, harga rumah KPR maksimal Rp 500 juta, dan pembiayaan renovasi maksimal Rp 200 juta.
“Hal yang menarik adalah bahwa semua pekerja yang sudah memiliki KPR umum sebelumnya juga dapat memanfaatkan KPR ringan dari BPJAMSOSTEK melalui skema take over,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI