BPJS Kesehatan Purwokerto Gelar Senam Prolanis

Editor: Ivan Aditya

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Untuk mencegah penyakit kronis BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto Jawa Tengah menggelar Senam Prolanis yang diikuti 2.674 peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah eks-Keresidenan Banyumas, Selasa (12/07/2022). Kegiatan Senam Prolanis sebagai upaya menjaga masyarakat tetap sehat melalui berbagai program promotif preventif.

Senam Prolanis ini pun berhasil menyabet Rekor MURI sebagai pelaksanaan senam bagi peserta
penyakit kronis dengan titik lokasi pelaksanaan terbanyak se-Indonesia. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto, Unting Patri Wicaksono Pribadi menjelaskan pada tahun 2021 biaya yang dihabiskan untuk penyakit katastropik mencapai Rp 17,915 triliun atau 24,11% dari total biaya pelayanan kesehatan tingkat lanjutan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan.

Oleh karena itu, pihaknya berupaya menjaga masyarakat yang sehat tetap sehat melalui berbagai program promotif preventif. Sementara bagi masyarakat yang berisiko menderita penyakit katastropik seperti diabetes melitus dan hipertensi, dapat mengelola risiko tersebut melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang juga merupakan bagian dari upaya promotif preventif perorangan peserta JKN.

“Berbagai penyakit katastropik tersebut sangat bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Melalui kegiatan senam ini, kami ingin mempromosikan betapa murahnya dan mudahnya menjalankan hidup sehat. Dampak jangka panjangnya diharapkan bisa menekan jumlah penderita penyakit katastropik di Indonesia,” kata Unting Patri Wicaksono.

Kegiatan senam massal tersebut juga bagian rangkaian peringatan ulang tahunnya yang ke-54, BPJS Kesehatan. Selain senam juga ada aksi donor darah yang melibatkan partisipasi seluruh pegawai BPJS Kesehatan di penjuru Indonesia.

Unting menambahkan aksi kemanusiaan ini merupakan wujud kepedulian dan semangat gotong royong Duta BPJS Kesehatan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Sebelum mendonorkan darah, Duta BPJS Kesehatan wajib menjalani skrining kesehatan terlebih dulu untuk memastikan memenuhi kualifikasi sebagai calon pendonor darah. (Dri)

BERITA REKOMENDASI