Brigade Alsintan Dibantu Empat Mesin Panen

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Kementerian Pertanian (Kementan) RI membantu empat mesin panen atau combine harvester untuk memperkuat Brigade Alsintan yang akan dibentuk Kabupaten Purworejo. Namun satuan tugas (satgas) percepatan tanam dan panen itu belum dapat bekerja membantu petani.

Rencananya bantuan dalam bentuk mesin panen, traktor dan mesin tanam atau rice transplanter. "Nantinya tugas satgas meliputi persiapan tanam hingga panen padi, jadi peralatannya memang harus lengkap," tutur Kusnanto, Sekretaris Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo, kepada KRJOGJA.com, Senin (17/7/2017).

Alat mesin pertanian (alsintan) tersebut rencananya dikelola sebuah tim yang dibentuk pemerintah kabupaten. Tim diperkirakan terdiri dari unsur dinas pertanian, pemkab, kecamatan dan TNI Kodim 0708 Purworejo.
 
Dalam pemanfaatannya, alat tetap disimpan tim di lokasi dekat sentra budidaya padi. Petani boleh menggunakan alsintan dengan sistem sewa.
 
Berdasar pedoman umum Kementan, lanjut Kusnanto, pemerintah akan menetapkan dan memungut uang sewa untuk biaya operator, transportasi alat, perawatan dan bahan bakar. "Untuk persentase pembagian dan besaran sewa akan dihitung dan dibuatkan surat keputusan," ungkapnya.
 
Kendati demikian, Pemkab Purworejo belum menjalankan brigade karena belum membentuk tim pengelola. Pemkab menunggu instruksi dan petunjuk teknis dari Pemerintah Provinsi Jateng. Dinas mulai menjalin komunikasi antar pihak yang akan terlibat dalam Brigade Alsintan.

"Program Brigade Alsintan terintegrasi mulai dari pusat, turun ke provinsi, baru kabupaten. Provinsi nanti membuat petunjuk teknis, kami tinggal mengikuti dan prinsipnya pemkab siap melaksanakan," tegasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI