Bulog Diminta Perkuat Stok Beras

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Mantan Kepala Bulog Rizal Ramli mengatakan Badan Urusan Logistik (Bulog) harus berani menggertak pedagang untuk tidak menahan komoditas beras dengan alasan guna mendapat keuntungan. 

"Pemimpin Bulog harus memiliki mental yang kuat atau tak loyo," kata Rizal, Jumat (23/3).

Menurut dia, stok beras Bulog harus benar-benar diperkuat. Jangan sampai kalah dengan pedagang nakal. Pedagang ini kadang nakal menahan beras untuk kepentingan berupa keuntungan sendiri. " Kalau saya perhatikan, Bulog sekarang iya-iya saja," katanya. 

Mantan Menko Kemaritiman ini mengatakan pedagang yang mencoba menahan beras harus langsung ditanganinya dengan membanjiri pasar dengan ratusan ribu ton pasokan beras. Sehingga, pedagang yang menahan beras tidak bisa menahan terlalu lama di gudang. " Akhirnya menyerah ikut harga Bulog,” katanya.

Disaat dahulu memimpin Bulog, dia mengungkapkan, berani menempuh resiko dengan menerapkan komoditas barang dijadikan valuta asing, sehingga bila pedagang mencoba untuk berspekulasi akan langsung ditangani. 

"Setiap kali mendapatkan laporan harga beras naik tinggi dari daerah, saya kumpulkan untuk mengetahui penyebab kenaikan harga beras dan dihitungkan risiko pasarnya,” tegasnya.

Dia mengatakan beberapa  waktu lalu mengikuti diskusi ‘Politik, Ekonomi, dan Tata Kelola Perbesaran; Serta Dampaknya Kepada Stabilitas Nasional’ di Puri Denpasar Hotel Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, bersama Prof Maksum dari UGM. 

Prof Maksum mengatakan merupakan suatu kejahatan politik luar biasa hingga Presiden tanda tangan Inpres. Inpres bodong yang dimaksudnya menyangkut dua hal. Pertama, level Harga Pokok Pembelian (HPP) ditetapkan jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Kedua, angka proporsi Gabah Kering Giling (GKG) yang tidak pernah ada di laboratorium manapun. (Osy)

BERITA REKOMENDASI