Bunyi Gelegar, Fondasi Turun 30 Cm

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Bencana tanah longsor terjadi di Desa Banyuasin Separe Kecamatan Loano menyebabkan kerusakan pada rumah M Ali Imron dan ayahnya Aminudin (70), Rabu (07/03/2018) petang. Tanda bencana itu telah muncul seminggu sebelum peristiwa.
 

Ali Imron mengatakan, keluarganya mendengar bunyi gelegar. "Saat itu dinihari. saya cek ke setiap sudut rumah, tidak ada benda jatuh atau pintu yang belum terkunci," ujarnya kepada KRJOGJA.com, Kamis (08/03/2018).

Beberapa kali terdengar bunyi serupa, namun awalnya Ali mengaku tidak curiga. Bunyi gelegar yang cukup keras kembali terjadi pada Rabu dinihari.  Ketika dicek, Ali mendapati permukaan lantai turun hampir 30 sentimeter. 

"Saat itu baru sadar jika bunyi dentuman beberapa hari terakhir berasal dari dalam tanah. Mungkin batu fondasi lepas dan semen, jatuh dan membentur batuan lain," terangnya.
  
Sejak itu, Ali was-was dan mengingatkan seluruh anggota keluarganya. "Ternyata Rabu siang hujan lebat turun lebih dari tiga jam, kami siaga, sampai akhirnya terdengar bunyi gemuruh," ungkapnya.

Tanpa pikir panjang, Ali menyelamatkan keluarganya dan ayahnya. Mereka berlari keluar rumah menghindari kemungkinan rumah ambruk. 
Saat dicek, ternyata fondasi setinggi enam meter dengan panjang 20 meter di samping rumah korban longsor. Bangunan rumah pun menggantung dan rawan ambruk. Mereka mengungsi ke rumah kerabat.
 
Warga dibantu TNI dan relawan kerja bakti Kamis pagi. Namun tidak ada yang bisa dikerjakan kecuali membereskan dapur dan barang berharga, karena kerusakan fondasi sangat parah dan dapat berakibat fatal bagi keselamatan warga. (Jas)
  

BERITA REKOMENDASI