Bupati Magelang Mencanangkan GIM dan TBM

MAGELANG (KRjogja.com) – Bupati Magelang, Zaenal Arifin Sip mencanangkan program satu desa satu taman bacaan dan perpustakaan, serta program kampung literasi tahun 2017, di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Rabu (18/07/2017). Dalam kesempatan itu, juga dicanangkan Gerakan Indonesia Membaca (GIM) untuk membangun budaya baca masyarakat melalui Taman Baca Masyarakat (TBM).

"GIM harus diselenggarakan secara lintas sektoral dengan melibatkan berbagai lembaga dan Instansi pemerintah, termasuk lembaga swasta, organisasi sosial kemasyarakatan, organisasi keagamaan, kepemudaan, profesi serta satuan pendidikan anak usia dini. Harapan saya, GIM Tahun 2017 ini bisa menjadi salah satu pilar pendukung suksesnya pembangunan pendidikan di Kabupaten Magelang," kata Bupati.

Menurutnya, pendidikan menjadi prioritas pertama dari delapan prioritas pembangunan daerah Kabupaten Magelang Tahun 2014-2019. Karena satuan pendidikan formal dan non formal,  dan forum – forum yang menjadi mitra dinas pendidikan. Karena GIM bertujuan untuk menjamin ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan dan kepastian layanan Bacaan kepada masyarakat dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kualitas hidupnya dan menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat.

"Kegiatan yang erat kaitannya dengan GIM adalah literasi dimana sebagai satu ukuran kualitas kemampuan melek huruf dan aksara yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga bisa diartikan mencakup melek visual, artinya kemampuan mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual seperti adegan, gambar dan video," katanya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pemerintah Kabupaten Magelang, Haryono menjelaskan, kampung literasi dan satu desa satu taman bacaan masyarakat (TBM) di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pemberdayaan kegemaran membaca bagi masyarakat.

"Tujuan TBM, untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakat dalam baca tulis, berhitung, sains, keuangan dan teknologi informasi, komunikasi serta kewarganegaraan dan budaya, juga menurunkan jumlah buta aksara, mengembangkan masyarakat gear belajar sepanjang hayat, termasuk membangun peradaban yang dilandasi nilai-nilai budaya bangsa," imbuhnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI