Bupati Purworejo Ingatkan ASN Tidak Berpolitik

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak berpolitik selama masih menjadi bagian dari birokrasi. Bupati menegaskan ASN harus bekerja melayani masyarakat secara profesional tanpa ada embel-embel kepentingan tertentu.

Hal tersebut diungkapkan disela pengambilan sumpah jabatan untuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, administrator, dan jabatan pengawas di lingkungan Pemkab Purworejo. “Saya ingatkan para ASN, meski memiliki hak politik, tapi tidak boleh terjun ke dunia politik. Kalau mau berpolitik, silakan mengundurkan diri atau menunggu kelak setelah purna tugas,” tegas Bupati.

Menurutnya, ASN harus bekerja secara profesional demi melayani seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakangnya. Selain itu, bupati menyampaikan kepentingan politik justru akan menghambat kinerja ASN dalam melayani masyarakat dan berpotensi menimbulkan gesekan antar-ASN.

Bupati justru menyarankan para ASN untuk berwirausaha apabila ingin meningkatkan penghasilannya. “Setelah uangnya banyak, silakan kalau mau terjun ke dunia politik, maju menjadi bupati atau wakil bupati,” ujarnya.

Agus Bastian menambahkan, bupati dan wakil bupati adalah jabatan yang berbatas waktu, hanya dua kali periode atau selama sepuluh tahun. Berbeda dengan ASN yang baru berhenti setelah memasuki masa purna tugas.

“Setelah saya tidak lagi memimpin, Purworejo saya serahkan kepada kalian. Bangun dan layani masyarakat Purworejo sebaik-baiknya,” katanya.

Untuk menjadi daerah yang maju, lanjutnya, dibutuhkan ASN yang profesional dalam menjalankan tugas. ASN, katanya, harus bergerak cepat mengikuti laju perkembangan zaman.

“Kita tidak bisa ‘leha-leha’ seperti dulu dan sekarang saatnya fokus bekerja secara profesional demi mewujudkan visi Purworejo Berdaya Saing tahun 2025,” tegasnya.

Dalam kegiatan itu, bupati melantik drg Nancy Megawati menjadi Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Purworejo, Fithri Edhi Nugroho Kepala Badan Kepegawaian Daerah Purworejo, Stephanus Aan Kepala Dinparbud Purworejo, Hadi Pranoto Kadin Perindustrian dan Tenaga Kerja, Laksana Sakti Kadin Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan (Dinpermades) Purworejo, Ahmat Jainudin Kadinsosdukkbppa Purworejo, Hariyono Kasatpol PP dan Damkar Purworejo, Eko Paskiyanto Kepala Dinperkimtan Purworejo.

Ditambahkan, proses pengadaan dan pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Purworejo dilaksanakan sesuai regulasi berlaku. Kondisi itu diakui pemerintah pusat hingga Pemkab Purworejo menerima penghargaan meritokrasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Namun, sebagai kebijakan tetaplah ada yang kurang di sana-sini. Misalnya, ketika pemkab menggunakan regulasi terbaru, sedangkan KASN berdasarkan perundangan lama, sehingga terjadi perbedaan persepsi kebijakan,” tuturnya.

Adanya perbedaan itu, lanjutnya, diselesaikan dengan jalan mengikuti regulasi yang diberlakukan KASN. “Kita ikuti aturan KASN, sehingga harapannya semua kembali menjadi baik,” ujarnya.

Dalam pelantikan tersebut, beberapa pejabat yang sempat menjadi polemik karena adanya penurunan eselon, dilantik bupati untuk menduduk jabatan lain. Lilos Anggorowati menjadi Kepala Kesbangpol Purworejo, Sri Lestariningsih Sekretaris Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Purworejo, Bambang Gatot Seno Aji Sekretaris Satpol PP dan Damkar Purworejo, Anas Naryadi Sekretaris Dinhub Purworejo, dan Wahyu Jaka Setiyanta sebagai Camat Kaligesing. (Jas)

BERITA REKOMENDASI