Bupati Sidak Kawasan Zona Merah Covid-19

Editor: Ivan Aditya

WONOSOBO, KRJOGJA.com – Guna memastikan PPKM Mikro berjalan baik sesuai ketentuan, Bupati Wonosobo H Afif Nurhidayat SAg didampingi Wakil Bupati Drs H Muhammad Albar MM beserta jajaran Forkopimda melakukan sidak di Dusun Kecis Kecamatan Selomerto yang merupakan kawasan zona merah Covid-19 di Kabupaten Wonosobo, Jumat (11/06/2021).

Dalam tinjaun di kawasan zona merah Covid-19 tersebut, Bupati mengapresiasi langkah Satgas Desa yang bergotong-royong dengan masyarakat dalam melaksanakan tugas PPKM di wilayahnya. Beberapa hari terakhir Dusun Kecis ditetapkan sebagai zona merah karena ada 57 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, dan masih ada 61 warga yang menunggu hasil Swab PCR.

Menurut Bupati, dukungan dari pemerintah desa cukup memadai dalam pelaksanaan PPKM Mikro di Dusun Kecis ini. “Kami sampaikan terimakasih dan apresiasi kepada pak Kades dan jajarannya, beserta tim Satgas Covid-19 di wilayah atas pelaksanaan PPKM di desa ini. Kami pastikan seluruh pembiayaan berasal dari APBD,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan kepada masyarakat agar tertib dalam menjalankan PPKM Mikro, terutama dalam melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. “Kami bersama Forkopimda melakukan kunjungan dadakan di kawasan zona merah ini, karena ingin melihat langsung kesiapsiagaan satgas desa, baik dalam sarana dan prasarana maupun kesipan petugasnya. Termasuk pelaksanaan protokol kesehatan, apakah sudah sesuai ketentuan atau belum,” tuturnya.

Camat Selomerto Drs Hadi Susilo yang juga Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan, menjelaskan bahwa penerapan PPKM Mikro di Dusun Kecis diterapkan karena dari 126 rumah tangga, terdapat 57 orang terkonfirmasi positif Covid 19. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu hasil Swab PCR terhadap 61 orang yang dalam beberapa hari ke depan kemungkinan sudah keluar hasilnya. “Semoga saja tidak terjadi lagi penularan Covid-19, sehingga dusun ini bisa kembali pulih dan menjadi zona hijau,” ujarnya.

Dandim 0707 Wonosobo Letkol CZi Wiwid Wahyu Hidayat yang turut dalam kesempatan ini juga mengingatkan bahwa dalam melaksanakan langkah-langkah antisipatif, petugas dan sarana prasarannya harus mendukung. Dandim memberikan masukan agar keberadaan posko Covid-19 di dusun tersebut bisa lebih representatif. Terutama dalam ketersediaan peralatan yang dinilai masih kurang atau tidak lengkap.

“Seharusnya di posko Covid-19 petugas jaga harus siap dan peralatan lengkap. Kelengkapan petugas ini sangat penting, karena petugas harus memberikan contoh yang baik supaya masyarakat juga tahu, terutama dalam penerapan protokol kesehatan. Termasuk data juga harus terus diupdate setiap harinya,” tandasnya.

Ditegaskan Dandim, secara umum PPKM Mikro di kawasan zona merah ini sudah cukup baik. Hanya saja pihaknya mengusulkan untuk posko supaya dipindah di ruang sekolah SD tidak jau dari posko yang sudah ada. Tujuannya agar ruangan bisa lebih luas.

Sementara Kapolres Wonosobo AKBP Ganang Widhi Nugroho, menghimbau kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Jangan sampai lengah dan saling menjaga diri dan saling mengingatkan. Bagi para pelanggar protokol kesehatan dan PPKM, akan lebih diutamakan tindakan persuasive dengan pendekatan berupa penyuluhan.

“Marilah bersama-sama untuk saling mengingatkan dan menjaga diri. Kami juga tidak henti-hentinya menghimbau kepada masyarakat agar bisa disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” pungkas Kapolres. (Art)

BERITA REKOMENDASI