Bupati Temanggung Lantik 5 Kades PAW

Editor: Agus Sigit

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Bupati Temanggung Al Khadziq melantik 5 Kepala Desa (Kades) terpilih hasil pemilihan kades antarwaktu tahun 2022, di Pendopo Pengayoman, Rabu (20/4).

Bupati Temanggung Al Khadziq mengatakan kades dituntut memiliki pengetahuan lebih sehingga mampu mengakomodasi kepentingan masyarakat serta dapat memanfaatkan dan mendayagunakan secara optimal sumber daya yang masih terbatas.

“Kades merupakan ujung tombak dalam penyelenggaraan pemerintah daerah, tugas yang cukup berat diemban oleh kades dalam penyelenggaraan pemerintahan, melaksanakan pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Al Khadziq.

Lima kades yang dilantik adalah Kepala Desa Gunungsari Kecamatan Bansari, Desa Kemloko Kecamatan Kranggan, Desa Prangkokan Kecamatan Bejen, DEsa Tegalrejo Kecamatan Ngadirejo, dan Desa Nglarangan Kecamatan Tretep.Pada kesempatan tersebut dilantik

Al Khadziq mengatakan moment pelantikan harus menjadi motivasi bagi para kades untuk melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh tanggung jawab dan dapat membawa perubahan positif dalam memajukan desa.

Pada panitia pemilihan kepala desa antarwaktu, BPD, tim pengawas kabupaten dan kecamatan, dan segenap komponen masyarakat, bupati menyampaikan terima kasih. Mereka telah berhasil menyelenggarakan seluruh rangkaian kegiatan pemilihan kades antarwaktu ini dengan aman dan sukses sesuai harapan.

Pada kades yang dilantik, Bupati berpesan dapat menyikapi kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat menjadi momentum untuk memulai lembaran baru dalam mengabdikan diri di dunia pemerintahan.

Selain itu untuk mencurahkan seluruh potensi dan dan energi yang dimiliki untuk melayani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga mampu membawa perubahan yang signifikan dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan.

Dikatakan pembelajaran yang telah dilihat dan rasakan selama menjadi warga masyarakat, diharapkan dapat memacu semangat untuk memimpin desa agar menuju yang lebih baik dan tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan pemerintahan desa dan masyarakat pada umumnya.

Sebagai pemimpin yang bijaksana, katanya, kades juga dituntut mampu bertindak arif dan adil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa memandang perbedaan status sosial, ekonomi, dan perbedaan lainnya.

“Rangkul mereka semua dalam kebersamaan untuk mewujudkan kemajuan desa,” katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI