Bupati Temanggung Obsesi Nasionalkan Tembakau dan Kopi

Editor: Agus Sigit

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten Temanggung berusaha memperkenalkan kopi Temanggung ke seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, harapannya kopi Temanggung menjadi salah satu ikon di negeri ini.

"Warung Lamongan ada dimana-mana bahkan sampai luar negeri. Kopi Temanggung kedepan juga harus mampu. Warung kopi Temanggung ada di pelosok negeri ini," kata Bupati Temanggung HM Al Khadziq usai membuka ngopi dan nglinting bareng di Desa Tlahab Kecamatan Kledung, Minggu (14/20)

Khadziq mengambarkan warung makan Lamongan mulai dari yang lesehan pakai tenda hingga yang berbentuk restoran, yang disajikan sama yakni makanan khas Lamongan. "Keinginan kita tentu sama, nanti dimana-mana warung kopi itu warung kopi Temanggung, jadi kalau belum ngopi asli Temanggung itu ada yang kurang,” katanya.

Apalagi katanya, kopi Temanggung baik arabika maupun robusta sudah semakin dikenal baik di lokal maupun internasional, oleh karena itu perlu adanya pembenahan dalam berbagai hal sehingga kopi Temanggung bisa dinikmati oleh semua kalangan. Diantaranya, ada standar mutunya, jadi produk kopi dari Temanggung yang dijual bisa lebih menarik para penikmat kopi.

Dia mengapresiasi berbagai even yang digelar sejumlah pihak untuk memperkenalkan kopi Temanggung, tujuannya sebagai upaya untuk semakin mengenalkan kopi Temanggung. Apalagi, katanya, saat ini masyarakat sudah mulai kembali membudayakan nglinting (membuat rokok) sendiri dengan bahan  baku tembakau asli dari Temanggung. Jadi ada ngopi dan sambil nglinting tembakau rajangan asli Temanggung.

“Ada Indikasi Geografis Arabika, Robusta dan Tembakau, nah dengan sudah terbitnya IG ini berarti kualitas kopi dan tembakau Temanggung sudah tidak diragukan lagi,” katanya.

Ketua penyelenggara  Tuhar mengatakan, kegiatan ngopi dan nglinting bareng ini merupakan satu rangakaian kegiatan dalam memperingati hari kopi dunia yang jatuh pada tanggal 1 Oktober lalu. Harapannya kedepan masyarakat bisa lebih mengenal dan mengerti bahwa produk petani dari lereng gunung Sindoro dan Sumbing serta daerah lainnya di Temanggung sudah memiliki Indikasi Geografis.

“Tidak hanya kopi saja, tembakau juga sudah ada IG nya, masyarakat harus tahu itu,” katanya.

Dia menyampaikan keberadaan   IG ini produk pertanian berupa Kopi dan tembakau sudah diakui kualitasnya, dengan demikian masyarakat juga harus mengikuti standar mutu dalam pengolahan kopi maupun tembakau.

“Sekarang tergantung masyarakatnya mau bagaimana, IG sudah ada dan semua masyarakat terutama yang memproduksi kopi dari lereng Sindoro dan beberapa daerah lain di Temanggung juga berhak mencantumkan nomor IG di produknya,” katanya.

Kedepan tambah Tuhar pihaknya akan semakin memperbanyak kegiatan terutama kegiatan dalam pengembangan dan peningkatan kualita kopi dan tembakau, dengan harapan nilai jual produk petani semakin membaik dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peserta sendiri dari berbagai kalangan, terutama petani dan pelaku industri kopi. (Osy)

BERITA REKOMENDASI