Bupati Temanggung Tegur Kepala Dinas

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Bupati Temanggung Mulyadi Bambang Sukarno menegur pada Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan kabupaten tersebut agar selektif memilih benih padi bantuan untuk disalurkan pada petani. Benih harus yang teruji benar dan cocok untuk lahan pertanian di Kabupaten Temanggung.

"Jangan ada kegagalan panen atau turunya produktifitas gara-gara benih padi yang tidak sesuai. Pilih benih yang terbaik dan cocok. Rakyat jangan jadi obyek uji coba benih badi," kata Bupati Temanggung Mulyadi Bambang Sukarno, Jumat (02/06/2017).

Bupati mengemukakan itu di sarasehan dengan petani pada peresmian posko percepatan tanam padi mendukung swasembada pangan di Desa Danurejo Kecamatan Kedu Temanggung,  oleh Kodim 0706 Temanggung. Pada sesi tanya jawab, Kepala Desa Salamsari Kedu, Sri Santoso berkeluh dengan hasil benih padi Sembada bantuan dari pemerintah yang hasilnya berkisar 5 kuintal per hektare, padahal dengan benih lain hasil mencapai 2 ton per hektare.

Dia meminta pada Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, perusahaan penyedia benih,  perwakilan petani untuk ke ruang kerjanya pada Senin mendatang guna menjelaskan secara detail temuan di sejumlah desa tentang buruknya produktivitas benih Sembada. Penjelasan diperlukan sebab bantuan benih itu untuk meningkat kesejahteraan petani. Padahal dalam penanaman padi, banyak taruhan petani seperti waktu, tenaga dan biaya.

"Jika hasil minim maka yang sakit petani,juga kepala desa sebagai pemimpin petani. Penjual benih pasti menikmati untung dan pergi. Pemerintah merugi karena benih tidak sesuai harapan, padahal dana pembelian dari pemerintah," katanya sembari menambahkan kepala dinas pertanian dan pejabat terkait harus berani menolak bila benih tidak baik.

Dia mengatakan dana bantuan benih tersebut juga berasal dari Provinsi. Maka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan marah bila mengetahuinya. Sebab telah menjadi komitmen bersama untuk dapat swasembada beras atau menyumbang pangan untuk Indonoesia, dengan penyediaan benih unggul, bantuan alat produksi pertanian dan bantuan pupuk.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Masrik Amin mengatakan akan menelusuri temuan benih padi yang produktivitasnya kecil tersebut dan mencari penyebabnya. "Kami akan teliti lalu melaporkan pada bupati," katanya.

Dia menyebut Temanggung menjadi salah satu daerah yang mencapai swasembada pangan. Produktivitas padi ditarget 170 ribu ton per tahun atau sekitar 30 ribu – 40 ribu ton per tri wulan.

Disampaikan untuk mencapai target swasembada pada 2018 ini dilakukan percepatan penanaman padi dengan cara lahan yang usai panen setelah diistirahatkan satu minggu langsung di olah untuk ditanami padi kembali. " Kami bekerja sama dengan TNI untuk percepatan penanaman padi," katanya.

Dandim 0706/Temanggung Letkol Yusuf Setiaji mengatakan TNI mendukung langkah-langkah pemerintah untuk mewujudkan swasembada beras. Diantaranya terjun ke persawahan untuk mengolah lahan, menanam petani, memanen dan pengolahan usai panen.  "Kami dirikan posko untuk mendukung percepatan penanaman padi untuk swasembada beras," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI