Bupati Tidak Masalah ‘Pokir’ DPRD Masuk RKPD

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRJOGJA.com) – Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM tidak memasalahkan keinginan DPRD Purworejo untuk memasukkan pokok pikiran (pokir) anggotanya masuk Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). Hal itu disampaikan menanggapi kritik anggota dewan yang menilai pemkab kerap mengabaikan pokir dewan.

Menurut Agus Bastian, pokir anggota dewan juga merupakan aspirasi masyarakat. "Saya tidak masalah karena pokir juga merupakan amanah peraturan," ujarnya kepada KRJOGJA.com, Senin (26/3).

Meski demikian, bupati meminta usulannya sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Dalam merencanakan pembangunan, katanya, pemerintah melaksanakan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) yang diselenggarakan setiap tahun.

Bupati berharap pokir anggota dewan masuk dalam musrenbang. "Kami punya mekanisme musrenbang, segala aspirasi dan pokir masuk didalamnya, dibahas dan ditentukan skala prioritas untuk direalisasikan dalam pembangunan," tegasnya.
 
Ketua DPRD Purworejo Luhur Pambudi Mulyono ST MM mengemukakan, anggota dewan memiliki mekanisme sendiri dalam mengajukan pokir. Pokir, katanya, tidak harus masuk dalam musrenbang di tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.

Meski demikian, anggota DPRD juga mengikuti kegiatan musrebang itu. "Tujuan kami ikut adalah biar tahu keinginan dan harapan masyarakat tentang pembangunan," ungkapnya.

Menurutnya, peran DPRD dalam fungsi budgeting, termasuk penyusunan RKPD belum berjalan optimal. Anggota dewan terkesan hanya tinggal menyetujui apa usulan pemerintah. "Padahal harusnya dewan bersama eksekutif melaksanakan fungsi budgeting atau penganggaran secara bersama-sama," tandasnya. (Jas) 

 

BERITA REKOMENDASI