Bupati Ziarah Makam Adipati Tjakranegara 

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM dan Wakil Bupati Yuli Hastuti SH berziarah ke Makam Adipati Tjakranegara, Senin (24/02/2020). Pemimpin Purworejo itu memanjatkan doa untuk para bupati yang berjuang membuat fondasi pembangunan pada masa awal berdirinya Purworejo.

Bupati dan wakil diiringi pimpinan Forkompimda dan seluruh pemimpin organisasi perangkat daerah (OPD) di Purworejo. Ziarah diawali mengunjungi Makam Kyai Nosingo dan Singowijoyo di Desa Bragolan Kecamatan Purwodadi, Makam Tjakranegara I, III dan IV di Desa Bulus Kecamatan Gebang dan Makam Tjakranegara II di Kayulawang Kelurahan Mudal Purworejo. Sejumlah ulama memimpin prosesi ziarah.

Bupati mengatakan, ziarah merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Purworejo. “Ziarah ini refleksi perjalanan panjang Purworejo, dari awal terbentuknya hingga sekarang. Para bupati itu berandil besar mendirikan dan membangun Purworejo,” tuturnya menjawab pertanyaan KRJOGJA.com.

Menurutnya, ziarah juga menjadi sarana bakti generasi penerus yakni selalu memanjatkan doa kepada Tuhan dengan harapan arwah para pahlawan Purworejo itu mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Ditambahkan, perjuangan empat bupati itu harus menjadi teladan bagi jajaran pemerintah untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Tjakranegara 1 berjasa karena mengabungkan beberapa kadipaten kecil menjadi Kabupaten Purworejo tahun 1829.

Kemudian Tjakranegara II yang meneruskan pembangunan Saluran Irigasi Kedung Putri yang sebelumnya dilakukan bupati pertama, dan membangun Bendung Boro. Tjakranegara III yang menginisiasi ramainya Pasar Baledono dan Tjakranegara IV yang mendirikan Sekolah Desa untuk tempat belajar pribumi. “Mereka semua memimpin dengan baik, mensejahterakan masyarakat Purworejo di berbagai bidang,” ungkapnya.

Agus Bastian berharap tradisi ziarah tersebut tetap dilanjutkan sebagai bentuk penghormatan atas jasa para bupati. “Harus tetap diuri-uri, dilestarikan, sehingga generasi kita dan seterusnya kelak, paham sejarah daerahnya,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI