Buru Ikan Belanak, Pemancing Padati Jembatan JJLS Baru Kebumen

Editor: KRjogja/Gus

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Terjadinya fenomena alam berupa bermigrasinya ribuan ikan belanak dari muara Sungai Luk Ulo di Desa Jogosimo Kecamatan Klirong Kebumen ke perairan sungai yang jauh dari muara, diantaranya di bawah jembatan Sungai Luk Ulo yang melintasi JJLS (jalur jalan lintas selatan selatan) Kebumen yang baru, menarik minat banyak pemancing untuk 'berburu' ikan belanak dengan cara memancing dari atas jembatan tersebut.

" Kami hanya memanfaatkan dampak dari musim ombak tinggi perairan laut Kebumen, sejak dua bulan terakhir ini. Arus balik air berkekuatan besar kerap terjadi di muara, terutama saat air laut pasang, menyebabkan belanak saat ini lebih senang mendiami perairan sungai yang jauh dari muara dan arusnya tenang," ungkap salah satu pemancing belanak di jembatan JJLS baru tersebut, Ifur, Senin (29/07/2019).

Di jembatan sepanjang 80 meter yang menghubungkan Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong ke Desa Ayam Putih Kecamatan Buluspesantren Kebumen dan berjarak sekitar 1,5 kilometer dari muara Luk Ulo tersebut, puluhan pemancingnampak memenuhi trotoar di dua sisi jembatan dengan menjulurkan alat pancing mereka ke arah perairan sungai. Selain membawa umpan, mereka pun membawa termos besar sebagai wadah ikan yang terpancing.

Menurut Ifur dan beberapa rekannya, pemancing belanak di jembatan tersebut biasanya mulai berdatangan sejak pukul 6 pagi dan akan terus berdatangan hingga siang hari sampai memenuhi trotoar di dua sisi jembatan. Saat memancing mereka terlihat serius dan fokus memperhatikan alat pancing mereka.

" Kami rela berpanas-panasan di sini karena sebanding dengan hasilnya. Bila beruntung, termos ini penuh memuat belanak hasil pancingan kami, sekitar 6 sampai 8 kilogram beratnya. Selain rasanya enak, harga jualnya pun lumayan bagus, bisa mencapai Rp 35 ribu per kilogram," ujar Murdi, rekan Ifur. (Dwi)

 

 

BERITA REKOMENDASI