Cabai Makin Pedas, Warga Temanggung Menjerit

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Cabai makin pedas saja di Temanggung, wargapun kini menjerit. Harga cabai di tingkat petani dan pedagang di pasar terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yang membuat pedagang dan konsumen menjerit. Diduga kenaikkan akan terus berlanjut hingga beberapa saat mendatang.  

Seorang pedagang di Pasar Kliwon Temanggung, Almiyati (50) mengatakan kenaikkan tertinggi pada cabai sret atau cabai setan yang naik Rp 25 ribu per kilogram, dari Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 65 ribu per kilogram. "Kenaikkan harga tertinggi cabai sret, kini harga sudah menyentuh Rp 65 ribu per kilogram," katanya.

Dikatakan harga cabai keriting merah dari Rp 45 ribu per kilogram menjadi Rp 60 ribu per kilogram. Sebelumnya keriting merah dijual dikisaran harga Rp 45-50 per kg kualitas premium. Untuk cabai merah keriting kualitas nomor dua yang semula dijual dengan harga Rp 20 ribu per kg, sekarang dijual dengan harga Rp 40 ribu per kg. Sedangkan harga cabai rawit merah dari Rp 40 ribu menjadi Rp 60 ribu per kilogram. "Kenaikkan harga cabai sudah dalam satu minggu terakhir," katanya.

Menurut dia, kenaikka harga dipicu pasokan yang cenderung kurang lantaran faktor cuaca, curah hujan tinggi hingga tingginya biaya untuk pemeliharaan. Susahnya medapat barang dan berkurangnya pasokan menjadi salah satu penyebab kenaikkan harga. Biasanya dirinya mendapat pasokan 3 kwuintal per hari, sekarang hanya dapat 2 kuintal tiap dua hari.

Suginah (55) pedagang lainnya mengatakan harga cabai rawit hijau naik rata-rata Rp 10 ribu per kg, yakni dari sebelumnya Rp 20 ribu per kg menjadi Rp 30 ribu per kg. Sedangkan jenis cabai keriting hijau masih stabil di harga Rp 12.500 per kg atau tidak mengalami kenaikan harga.

"Mungkin karena dapat barangnya susah jadi naik. Biasanya saya dapat pasokan dari petani di sekitar Temanggung dan Wonosobo. Tapi karena susah dapat barang, pernah sampai tidak dapat pasokan selama tiga hari. Jadi dalam tiga hari itu saya sampai tidak jual cabai keriting merah," katanya.

Kenaikan harga yang terlalu tinggi, kata dia, membuat konsumen mengurangi pembelian. Saking mahalnya harga cabai, konsumen yang biasa membeli cabai keriting merah hingga satu kilogram cabai, mengurangi pembeliannya menjadi hanya seperempat kilogram saja, lalu ditambah cabai rawit merah supaya lebih pedas.

Diterangkan, tiap tahun kalau musim hujan memang susah dapat pasokan cabai karena tanaman cabai banyak yang terkena penyakit. "Hal yang sama juga terjadi kalau musim kemarau panjang. Cabai jatuh sendiri dari tangkai pohon sebelum merah. Kualitasnya juga kurang bagus dan kering," katanya.

Seorang konsumen, Isdariah mengatakan terpaksa mengurangi pembelian karena harga cabai mahal. Keluarganya mengetahui dan memahami jika konsumsi cabai ditekan. Kini cabai hanya dibuat sambal uleg, sedangkan sayur tomis hanya dikasih cabai sedikit, sekedar hiasan. "Sayur yang bisa untuk tidak  menggunakan cabai tidak usah pakai cabai," katanya sambil mengatakan keluarganya hobi makan pedas. (Osy)

BERITA REKOMENDASI