Cabuli Santri Pondok, Pemuda Ini Mengaku Kapok

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Satreskrim Polres Purworejo meringkus pemuda berinisial Man (28), warga Desa Tersidi Kidul Kecamatan Pituruh. Pemuda itu nekat mencabuli gadis pelajar di bawah umur berinisial R (15), warga Kebumen.

Perbuatan cabul itu berawal dari perkenalan korban dengan pelaku lewat jejaring media sosial 'Facebook'. Mereka berkomunikasi secara intens, hingga melakukan pertemuan. "Tersangka dan teman pria berinisial Fir statusnya saksi, menjemput korban yang menjalani pendidikan di sekolah agama di Pituruh. Mereka berboncengan tiga, naik sepeda motor milik Fir," ungkap KBO Satreskrim Polres Purworejo Iptu Purwanto SH MH, mewakili Kapolres Purworejo AKBP Indra K Mangunsong SH SIK MSi, kepada KRJOGJA.com, Kamis (17/10).

Ketiganya menuju rumah teman mereka di Desa Rebug Kemiri. Fir pulang ke Pituruh meninggalkan tersangka dan korban di lokasi kejadian. Mereka menginap di rumah tersebut.

Pagi harinya, pemilik rumah pamit pergi ke pasar dan meninggalkan tersangka berdua dengan korban. "Saat kondisi sepi itu, tersangka membujuk korban untuk berhubungan hingga terjadi perbuatan jahat itu. Setelah kejadian, tersangka mengantar korban pulang ke rumahnya di Kebumen naik bus," tuturnya.

Peristiwa itu terungkap ketika pengurus pondok tempat korban menjalani pendidikan, menginformasikan kepada orang tua, apabila R pulang. Namun orang tua kebingungan karena P tidak pulang sampai rumah dan baru kembali keesokan harinya.

Orang tua mendesak korban dan mendapat pengakuan jika P menginap di Kemiri. "Korban juga mengaku telah terjadi pencabulan. Orang tua melapor ke Polres Purworejo," ucapnya.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 82 ayat 1 UURI 17/2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

Tersangka Man mengaku menyesali perbuatannya. Ia tidak menyangka aksinya memperdaya korban, berujung pada penjara. "Saya menyesal, saya kapok," katanya. (Jas)

 

 

BERITA REKOMENDASI