Cacar Buah Serang Tanaman Cabai

KEBUMEN (KRjogja.com) – Ribuan batang tanaman cabai di sejumlah desa pesisir Kebumen terserang penyakit cacar buah atau 'pathek'. Akibatnya, hasil panen pun kurang maksimal.

"Sudah tiga musim tanam berturut-turut sejak September 2015  sampai Agustus 2016 tanaman cabai kami terserang cacar buah. Padahal biasanya penyakit ini hanya bertahan dalam satu kali  musim tanam saja, setelah satu kali terserang pada musim tanam berikutnya tanaman sudah normal kembali. Mungkin cuaca yang hingga  Agustus ini masih banyak hujan menjadi penyebabnya," ujar  petani cabai di Desa Setrojenar Kecamatan Buluspesantren Kebumen,  Purwanti, di lahannya, Minggu (07/08/2016).

Purwanti yang sejak akhir April 2016 menanam 3.200 batang tanaman  cabai keriting di lahan 4.000 meter pesegi, seluruh tanamannya  terserang penyakit tersebut. Selain pertumbuhan tanamannya kurang optimal, batang dan daun terlihat kurang segar dan ukurannya lebih  kecil dibandingkan batang dan daun pada tanaman normal.

"Untunglah buah yang kecil-kecil ini masih laku terjual dengan harga Rp 15 ribu/kilogram. Memang masih jauh lebih tinggi dibandingkan harga saat terjadi serangan penyakit pada Desember 2015 lalu yanghanya Rp 5 ribu per kilogram," ujar Purwanti. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI