Cawagub Ida Fauziyah Sambangi Pesantren

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Lima hari sekolah atau full day school yang selama ini diberlakukan di dunia pendidikan di Jawa Tengah banyak dikeluhkan, terutama oleh para tokoh agama. Mengingat program full day school telah menyita waktu anak-anak di sekolah sehari penuh sehingga pendidikan karakter yang terbentuk dari pendidikan agama terabaikan.

“Ini aspirasi dari para ulama yang disampaikan kepada saya, dan ini akan menjadi pertimbangan khusus jika saya dan Pak Dirman (Sudirman Said) dipercaya memimpin Jawa Tengah nanti,” kata Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Tengah Ida Fauziyah, usai bertemu dengan Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Al-Anwar Maron Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo KH R Abdul Rofiq Chamid, Rabu (7/3).

Sebelumnya Ida Fauziyah yang berpasangan dengan Sudirman Said dan diusung Partai Gerindra, PKB, serta PAN ini, di Purworejo bersilaturahmi dengan tokoh NU yang juga pengasuh PP An-Nawawi Berjan KH Achmad Chalwani Nawawi, Syuriah PC NU yang juga Pengasuh PP Al-Iman Bulus KH Hasan Agil Ba’abud, KH R Abdul Ghofar Sulaiman pengasuh PP Darunajah Kledung Banyuurip, dan pengasuh pesantren lainnya. Ida Fauziyah yang optimis mendapat dukungan dari kaum  nahdhizin ini juga menyempatkan beraudiensi dengan keluarga besar NU di Gedung NU Purworejo.

KH Achmad Chalwani Nawawi yang juga Syuriyah NU Jawa Tengah secara tegas mendukung Ida Fauziyah jika bersedia menghapus lima hari sekolah. “Lima hari sekolah telah mematikan madrasah yang selama ini dilakukan di luar jam sekolah,” tandasnya. (Nar)

 

BERITA REKOMENDASI