Cegah Harga Jatuh Saat Panen Raya, Pemerintah Sergab

PURWOREJA, KRJOGJA.com – Pemerintah mulai menggencarkan program Penyerapan Gabah (Sergab) menjelang panen raya padi di berbagai daerah Indonesia. Pemerintah khawatir harga di tingkat petani akan turun akibat permainan pasar.

Upaya penyerapan itu dimotori TNI Angkatan Darat (AD), Bulog dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). "Kami sinergi, TNI melalui Kodim mendorong dan membantu petani, Bulog membeli dan BRI untuk pendanaannya," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian RI, Agung Hendriadi, menjawab pertanyaan KRJOGJA.com, disela pantauan sergab di Desa Pundensari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo, Jumat (2/3/2018).

Menurutnya, pemerintah akan bergerak cepat demi kepentingan petani. Apabila dibiarkan mengikuti mekanisme pasar, petani dipastikan tidak akan mendapat harga yang bagus.

Pemerintah membeli gabah kering panen di sawah sesuai standar HPP Rp 4.300 – Rp 4.400 perkilogram. Meski demikian, Buloh tetap memberlakukan persyaratan kualitas minimal beras, yani kadar air di bawah 25 persen dan hampa kotoran kurang dari 10 persen. Untuk gabah panenan petani Pundensari, kadar air 21,7 persen dan hampa kotoran 5 persen.

Selain itu, penyerapan juga untuk memenuhi Cadangan Beras Negara (CBN) yang tersimpan di gudang Bulog. Kementerian Pertanian menargetkan, penyerapan gabah 2,2 juta ton pada Juni 2018. "Saat ini baru terserap 36 ribu ton karena masih awal, perkiraan kami target bisa terpenuhi," ucapnya.

Menurutnya, harga gabah di tingkat petani pada saat panen raya diperkirakan turun hingga di bawah HPP. "Saat panen raya nanti tidak akan ada kejar-kejaran harga antara HPP dengan pasar. Biasanya harga pasaran jatuh," ungkapnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0708 Purworejo Letkol Aswin Kartawijaya menambahkan, pihaknya mendapat target penyerapan 13 ribu ton gabah selama tahun 2018. "Sekarang batu jalan dan kami buat empat tim untuk disebar membantu petani. Prinsipnya tidak akan ada paksaan, seandainya petani mau jual gabah bukan kepada Bulog, tidak jadi masalah," tegasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI