Cegah Paham Radikal, Ini yang Dilakukan Polres Magelang

MAGELANG, KRJOGJA.com – Forum Group Discussion (FGD) Polres Magelang dengan tema bahasan 'Mencegah Paham Radikal, Intoleransi dan Anti Pancasila' dilaksanakan di Grand Artos Hotel and Convention Magelang, Selasa (28/3/2018). Tiga narasumber berbicara di forum dialog, yaitu dari Direktorat Intelkam Polda Jateng, salah satu dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan dari MUI Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan ini juga dihadiri dari Mabes Polri, Polda Jateng, Ketua MUI Kabupaten Magelang, Plt Sekda Kabupaten Magelang Drs Eko Triyono, Kajari Kabupaten Magelang Eko Hening Wardono SH MH, Komandan Kodim 0705/Magelang Letkol Inf Hendra Purwanasari SSos, FKUB Kabupaten Magelang maupun lainnya.

Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo SIK SH kepada wartawan diantaranya mengatakan secara sinergi Polres Magelang melakukan berbagai langkah antisipasi. Kepolisian dibantu TNI, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan tokoh agama melakukan upaya untuk mengantisipasi paham radikal di wilayah Kabupaten Magelang.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah masuknya paham radikal diantaranya berupa kegiatan 'Keluyuran Kamtibmas' diantaranya dengan menyentuh tempat ibadah, baik tempat ibadah Agama Islam maupun tempat ibadah agama lain. Selain pendekatan, juga disampaikan pesan-pesan kamtibmas. Kapolres Magelang juga memberikan informasi tentang nomer HP-nya, dengan harapan intensitas komunikasi antara Kapolres Magelang dengan pengurus tempat ibadah dan jamaahnya selalu dilakukan.

"Bersama dengan MUI maupun lainnya, sarasehan dengan takmir atau pengurus tempat ibadah juga dilakukan. Masalah bahaya paham radikal, apa yang harus dilakukan para pengurus tempat ibadah manakala ada paham radikal yang menyusup di tempat ibadah maupun desa-desa di Kabupaten Magelang kita bicarakan bersama," jelas Hari Purnomo.

Instansi pemerintah juga diajak kerjasama, termasuk para kepala desa. Para kepala desa dinilai sebagai orang yang pertama kali mengetahui perkembangan situasi di wilayah yang dipimpinnya. Kegiatan ini disebut dengan kegiatan 'Tamplekan Kamtibmas', yaitu kegiatan yang dilaksanakan setiap Jumat malam rombongan dari Polres Magelang datang ke kecamatan untuk bertemu dalam suasana yang lebih fresh, tidak formal, dan lebih familiar dengan olahraga bersama.

Di forum ini Kapolres Magelang juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Nomor HP Kapolres Magelang juga disampaikan kepada para kades, dengan harapan informasi dapat segera disampaikan kepada Kapolres Magelang dan dengan cepat dapat mengetahui dan meresponnya manakala di suatu wilayah desa ditemui adanya paham radikal.

Safari Kamtibmas juga dilakukan ke pondok pesantren. Pondok pesantren di wilayah Kabupaten Magelang tercatat da 284. Dari jumlah tersebut ada sekitar 91 pondok pesantren yang banyak santrinya. Dikatakan, para penyebar paham radikal menyasar kepada anak muda, anak usia produktif. Kedatangan Kapolres Magelang ke pondok pesantren selain bertemu dengan kiai atau ulama, juga memberikan pesan kamtibmas kepada para santri dalam rangka memprotek mereka agar jangan sampai mereka terbawa arus terhadap paham-paham radikal.(Tha)

 

BERITA REKOMENDASI