Cetak Wirausaha Baru, FE UMP Jalin Kerja Sama dengan Korporasi

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) menjalin kerja sama dengan dua korporasi di Kabupaten Purworejo. Kerja sama menjadi upaya kampus dalam rangka mencetak wirausaha baru dari kalangan mahasiswa.

Kerja sama FE UMP dengan Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) dan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Binamas ditandatangani di kampus Fakultas Ekonomi UMP di Sucen Juru Tengah Bayan, Senin (23/11). “Dalam kerja sama itu, mahasiswa kami mendapat kesempatan untuk belajar dan praktik di dua korporasi milik pemerintah dan swasta itu,” tutur Dekan FE UMP Dr Dwi Irawati MSi, kepada KRJOGJA.com, usai penandatanganan nota kerja sama.

Menurutnya, peluang belajar langsung pada dua perusahaan itu akan memberi tambahan kompetensi kepada mahasiswa yang bisa menjadi bekal setelah mereka lulus dari universitas. Dwi berharap para mahasiswa kelak bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dan mampu mengembangkan diri menjadi wirausaha baru.

Adanya kerja sama, kata Dwi, memudahkan jalan kampus dalam mencetak pengusaha muda alumni UMP. Kerja sama dengan korporasi, lanjutnya, menjadi jalan pembuka bagi kampus yang sedang gencar mendorong mahasiswa untuk mau dan tertarik menjadi pengusaha.

“Kami memang berusaha membuka link ke arah sana. Selain pembelajaran ke mitra, nanti juga akan ada inkubator bisnis, di mana kami akan mengundang para mitra untuk menjadi mentor para mahasiswa,” paparnya.

Program kerja sama, lanjutnya, juga menjadi tindak lanjut kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Nasional. “Dalam merdeka belajar, mahasiswa diberi pilihan untuk kuliah dalam kampus atau magang pada perusahaan mitra sebagai pengganti kuliah,” terangnya.

Direktur PDAU Purworejo Didik Prasetya Adi menyambut positif adanyakerja sama tersebut. Didik berharap pihaknya bisa membantu mencetak pengusaha baru dari kalangan mahasiswa Purworejo.

“Harapannya setelah kuliah tidak mencari kerja, tapi jadi pengusaha. Sebab pengusaha itu sangat membantu pemerintah, selain mengurangi beban anggaran, pengusaha itu bayar pajak dan mencetak lapangan kerja,” paparnya.

Sementara itu, Manajer KSPPS BMT Binamas Karsiwi Tri Setyantoro mengemukakan, mahasiswa tidak cukup memahami teori-teori dalam perekonomian, namun harus memiliki keahlian dan sikap yang baik. BMT, lanjutnya, siap membantu kampus dalam mencetak generasi yang berkualitas.

Karsiwi berharap kerja sama itu harus diimplementasikan secara optimal. “Kami berharap kerja sama tidak sekadar hitam di atas putih, tapi kita bisa saling berkontribusi memberi yang terbaik. Sebab kami juga ingin ada generasi yang lebih baik lagi di masa depan,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI