Cuaca Jadi Penentu, SLI Diperlukan untuk Tingkatkan Hasil Pertanian

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Sekolah Lapang Iklim (SLI) merupakan salah satu upaya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam meningkatkan literasi iklim dan desiminasi informasi iklim untuk pertanian.

"Tujuan SLI untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam memanfaatkan informasi iklim di wilayah kerja guna melakukan antisipasi dampak  fenomena iklim ekstrim," kata Kepala Bidang Informasi Kualitas Udara BMKG Jakarta Rohmatulah Aji, ditemui pada pembukaan SLI tahap 3 di Temanggung, Senin (11/3/2019).

Disampaikan melalui kegiatan SLI, BMKG berkeinginan untuk sosialisasi pentingnya informasi iklim dalam mendukung kegiatan pertanian di Indonesia, terutama meningkatkan produktivitas pangan dan swasembada pangan.

"SLI dilaksanakan selama satu musim tanam secara umum menunjukkan peningkatan ptoduksi dengan presentase hingga 30 persen dibandingkan rata-rata produksinya," katanya.

Koordinator BMKG Jateng Tuban Wiyasa mengatakan peserta SLI adalah petani, Babinsa dan penyuluh pertanian. SLI dilaksanakan dipersawahan dan saung di Desa Tegalsari Kecamatan Kedu dengan luasan 2000 meter persegi yang dibagi menjadi 30 titik pengamatan," katanya.

Disampaikan melalui berbagai materi dan praktikum yang diberikan, diharapkan setelah kegiatan SLI selesai bisa oraktek dalam kegiatan pertanian dilingkungan dan kelompoknya, serta selalui memanfaatkan informasi iklim dan musim dalam menunjang pola tanam.

Anggota Komisi V DPRRI Sudjadi mengatakan petani harus memahami iklim dan cuaca sebab itu yang terpenting setelah ada sarpras pertanian. " Irigasi, bibit dan pupuk telah ada, namun jika tidak memahami cuaca dan iklim hasil pertanian tidak akan meningkat," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI