Curi Ratusan Sepeda, Remaja Putus Sekolah Diciduk

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Pemuda berinisial Rah (25) ditangkap Unit Reskrim Polsek Purworejo. Pemuda putus sekolah sejak kelas tiga SD warga Kelurahan Mranti Purworejo itu diduga mencuri ratusan sepeda milik warga di wilayah Kecamatan Purworejo dalam setahun terakhir.

Terungkapnya kasus tersebut bermula dari laporan sedikitnya lima korban pencurian ke Polsek Purworejo. "Kami melakukan pendalaman, termasuk patroli siber. Hasilnya ada salah satu akun di jejaring Facebook yang menawarkan sepeda mirip dengan milik salah satu korban," ucap Kapolsek Purworejo AKP Markotip, menjawab pertanyaan KRJOGJA.com, Kamis (18/10/2018).

Polisi bertemu dengan orang tersebut dan meminta keterangannya sebagai saksi. Kepada petugas, saksi tidak mengetahui sepeda yang akan dijualnya merupakan hasil curian. Saksi memberitahu polisi bahwa sepeda itu dijual seorang pemilik akun Kiki Asista.

Berbekal info tersebut, polisi menjebak tersangka dengan berpura-pura menjadi calon pembeli. "Tersangka mengajak bertemu, lalu kami tangkap tanpa perlawanan. Polisi menggelandang Rah ke rumahnya dan mengamankan 20 sepeda kayuh," tuturnya.

Keterangan tersangka, aksi pencurian dilakukan rutin dua kali setiap minggu. "Tersangka lupa sudah berapa TKP pencurian sepeda. Tetapi pengakuannya, setiap minggu pasti mencuri dua sepeda," katanya.

Sebelum mencuri, pelaku bersepeda keliling di daerah calon sasaran pada siang hari. Setelah menemukan ada sepeda sasaran, pelaku pulang dan kembali ke lokasi lewat tengah malam dengan jalan kaki.

Rah membawa peralatan bengkel untuk memudahkan aksinya. Setelah berhasil, sepeda dikayuh pulang dan disimpan seminggu. "Selama disimpan, pelaku mengecat sepeda agar tidak diketahui pemiliknya, lalu dijual secara online," terangnya.

Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 384 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun. Sementara itu, tersangka Rah mengaku uang hasil curiannya digunakan untuk keperluan sehari-hari dan beli jajan.

Untuk mengelabui orang tuanya, ia mengaku sepeda itu dibeli dari pedagang rongsokan. "Soal jumlah saya lupa, mungkin ada seratus karena setiap minggu pasti dapat curian. Orang di rumah tidak tahu sepeda curian karena saya bohongi," ungkapnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI