Dampak Covid-19, Desak Perbankan di Magelang Restrukturisasi Kredit

Disampaika Direktut Bank Bapas 69, Teguh Wiharno, jika pihaknya tidak bisa serta merta langsung memenuhi apa yang diinstruksikan Presiden. Pasalnya, pihaknya harus melakukan persiapan-persiapan termasuk penyiapan perangkat lunaknya. Namun pada prinsipnya, pihaknya pasti akan melaksanakannya. Hal senada disampaikan perwakilan dari BRI Magelang. Disampaikan jika sampai akhir Maret kemarin, pihaknya telah melakukan proses rescedul atau keringanan perpanjangan jangka waktu pinjaman bagi 35 nasabah dengan total angka kredit senilai Rp 2 Milyar, dengan syarat yang relatif mudah yaitu pengajuan dari debitur dengan dilampiri surat keterangan dari desa setempat.

Sementara dari empat lembaga pembiayaan yang hadir, perwakilan Adira Finance menyampaikan bahwa saat ini dari seluruh customer yang telah mengajukan, ada 33 customer yang telah disetujui. Sedangkan ACC Finance dari total 150 orang costumer yang telah mengajukan keringanan sudah disetujui 71 costumer. Untuk FIF dari 100 orang yang mengajukan baru disetujui dua customer, hal itu karena yang lain masih dalam proses.

Pada Armada Finance yang memiliki sekitar 300 nasabah, belum bisa melakukan proses restrukturisasi atau keringanan karena para petugasnya mengalami kerepotan dalam menemui nasabah mengingat desa-desa yang mereka datangi sebagian besar telah ditutup oleh masyarakat setempat. “Pada intinya pihak perbankan maupun finance telah berkomitmen dan siap mendukung kebijakan pemerintah terkait penanganan Dampak Covid 19, yang dikuatkan dengan terbitnya Peraturan OJK Nomor 11/P.OJK.03/ 2020 tersebut. Namun mengingat himbauan pemerintah untuk jaga jarak dan karantina wilayah serta keterbatasan SDM, maka pihak perbankan dan finance meminta para nasabah untuk proaktif (komunikatif) dengan datang ke kantor,” ungkap Grengseng.

BERITA REKOMENDASI