Dampak Polemik Sewa Tanah Desa, 8 Perdes Kemanukan Mundur

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sebanyak delapan dari 12 perangkat desa (Perdes) Kemanukan Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya. Namun pengunduran diri mereka belum sah karena dibuat dalam satu surat (kolektif).

“Pengunduran diri itu harus berdasarkan kesadaran dan dibuat secara pribadi, tidak bisa dibuat kolektif,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Purworejo Agus Ari Setiyadi Ssos, Jumat (21/8).

Di hadapan warga masyarakat Desa Kemanukan yang berkumpul di bale kantor desa untuk mendukung pengunduran diri perdes itu Agus Ari Setiyadi menjelaskan, ada syarat tertentu bagi perdes yang mengundurkan diri, diantaranya karena yang besangkutan meninggal dunia, diberhentikan dan karena permintaan sendiri.

“Permintaan sendiri ini pun harus ada pesetujuan dari pemangku kebijakan. Jika belum disetujui, berarti yang bersangkutan masih memiliki tanggungjawab sebagai perdes,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI