Dana Droping Air Bersih Tersisa Dua Hari

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung menyatakan dana untuk droping air tersisa untuk dua hari, yakni Kamis dan Jumat. BPBD mencari pembiayaan dari pihak ketiga agar droping air bersih tetap dapat dilakukan pada masyarat di daerah yang terdampak kekeringa.

Kasi Penanganan Darurat dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi mengatakan berdasar prakiraan dari BMKG kemaru di Kabupaten Temanggung akan berlangsung hingga Oktober atau sekitar satu bulan lagi. "APBD 2017 menganggarkan dana untuk droping air bersih sebanyak 350 tangki, tetapi hingga kini tinggal 20 tangki, atau cukup dua hari," katanya kepada KRJOGJA.com, Rabu (27/09/2017).

Disampaikan sejak 11 Agustus lalu BPBD telah melakukan droping air bersih dan hingga kini luasan mencapai 10 desa di enam kecamatan. Karena dana droping air makin menipis, sementara kekeringan meluas, pihaknya mencari pendanaan dari pihak ketiga seperti perusahaan, ormas dan yayasan atau perseorangan. Ini untuk menghemat anggaran droping dari APBD.

Dikatakan pihak yang sudah membantu antara lain Masjid Tawangsari, Satpam GTS Temanggung, UPK Kandangan, Paguyuban Perantau Temanggung, dan KSP Syariah. "Kami berharap ada banyak pihak yang membantu," katanya sembari menambahkan pihaknya tengah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi dan BNPB untuk meminta tambahan dana droping air.

Kepala BPBD Provinsi Jateng Sutopo Purwo Nugroho mengatakan provinsi Jateng menganggaran Rp 600 juta untuk droping air. Dana tersebut akan didistribusikan untuk membantu daerah kekeringan yang mengalami kekurangan dana. (Osy)

BERITA REKOMENDASI