Dana Silpa Capai Rp 457,5 Miliar

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Magelang, menyayangkan banyaknya anggaran tak terpakai (silpa) tahun 2016. Pasalnya, berdasarkan hasil LHP BPK anggaran tak terpakai itu mencapai Rp 457,5 Miliar lebih. Anggaran tersebut seharusnya bisa dimaksimalkan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Magelang dari Fraksi PDI Perjuangan, Zaenal Mahfud merasa prihatin terhadap hal tersebut. Bahkan, pihaknya merasa kalau dicermati dana Silpa itu akan jauh lebih besar dari yang tertulis. Karena pada tahun yang sama, ada pengurangan anggaran untuk sertifikasi guru yang besarnya lebih dari 100 Milyar terkait adanya kebijakan Menteri Keuangan.

"Maka seharusnya Pemerintah Daerah harus lebih bijaksana dalam mengelola anggaran terlebih yang digunakan untuk belanja publik," katanya.

Terkait hal itu, pihaknya minta ada langkah-langkah perbaikan kedepannya. Meskipun diakui, jika sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan sudah mengalami peningkatan dari sebelum-sebelumnya.

"Tapi apalah artinya jika hal tersebut tidak diikuti oleh peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan di Kabupaten Magelang yang lebih tinggi dibandingkan dengan Pemerintah Propinsi dan Pusat. Hal tersebut menunjukkan masih ditemukan kelemahan-kelemahan terkait dengan pengelolaan keuangan daerah," katanya kepada KRJOGJA.com, Kamis (05/07/2017).

Hal senada disampaikan Ketua Fraksi Golkar Sunarno. Menurutnya, meskipun ada penurunan sedikit dari tahun 2015 yang mencapai Rp 492 Milyar, namun hal itu harus diperbaiki.

"Anggaran tak terpakai di Pemkab Magelang masih sangat besar. Hal itu terjadi, karena buruknya perencanaan dan masih minimnya penyerapan anggaran. Terbukti, penyerapan anggaran tahun 2016 masih belum maksimal yaitu hanya 84,35 persen. Meski ada kenaikan dibanding tahun 2015 yang hanya mencapai 78 persen dan tahun 2014 mencapai 90 persen, namun tetap saja dana Silpa tahun 2016 masih sangat besar. Sehingga harus dicarikan langkah-langkah konkrit agar dana Silpa itu berkurang lagi," imbuhnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI