Dawet Ireng Kartini, Menderita di Jakarta, Jaya di Juwana

Editor: KRjogja/Gus

PATI KRJOGJA.com – Nasib seseorang, tidak ada yang tahu. Itulah yang dialami Kartini (29) dan Amin (33), suaminya. Pasangan suami istri warga desa Dukuhmulya kecamatan Jakenan ini, pernah mengalami kehidupan yang sangat menderita saat merantau di Jakarta. Namun sekarang berjaya  di Juwana, justru hanya karena jualan dawet Ireng Purworejo.

"Sedih sekali. Kerja serabutan di Jakarta, tapi tidak ada hasil. Kami sering menahan lapar" tutur Kartini, Rabu (18/9).

Kartini lalu mengajak suami pulang ke desanya di Dukuhmulya kecamatan Jakenan. Pasutri ini mencoba kehidupan baru. Mereka bekerja sebagai buruh tani. Namun penghasilannya tidak memadai.

Amin lalu pulang ke desa asalnya di Somogede kecamatan Pituluh, Purworejo. Dia mendalami bagaimana cara membuat dawet Ireng
Setelah dirasa cukup mampu menguasai tehnik membuat dawet, Kartini dan Amin mencoba jualan dawet Ireng di pertigaan Ngebruk Juwana, tahun 2015.

Sedikit demi sedikit dagangannya semakin laris. Dalam tahun ke empat ini, Kartini sudah bisa membuka cabang penjualan dawet Ireng hampir di semua kecamatan yang ada di kabupaten Pati.

"Setiap harinya kami membuat 12 kilogram dawet Ireng. Terus dikirim ke cabang-cabang" kata Kartini.

Amin bertutur, rahasia dawet Ireng terletak pada dawetnya sendiri. Karena dibuat dari merang ketan hitam. Dan gula Jawa asli yang didatangkan dari Purworejo melalui pengiriman paket. (Cuk)

 

BERITA REKOMENDASI