DBD Marak, Ganjar: Satu Rumah Satu Jumantik

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pada semua elemen masyarakat untuk bekerja bersama menangani DBD dengan memberantas rantai perkembangbiakan nyamuk Aides Aegypti. Hal yang terbaik adalah menguras bak penampungan, menaburi serbuk abate dan melakukan fogging jika diperlukan.  

"Kami sudah perintahkan semua kepala daerah untuk bersama menangani DBD. DBD marak pada musim penghujan," kata Gubernur Jawa Tengah, Kamis (31/1). 

Dia menyampaikan pada media untuk turut mengkampanyekan satu keluarga satu juru pemantau jentik (jumantik) dalam penanganan DBD. Sehingga keluarga dan lingkungannya benar-benar aman dari wabah DBD. Sedangkan untuk lokasi yang sudah parah nantinya dilakukan fogging.

Dikemukakan, kewaspadaan pada serangan nyamuk Aedes Aegypti diutamakan pada pagi hari, sebab nyamuk ini biasanya menyerang pada pagi hari. 

Kasi Penanggulangan Wabah dan KLB Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Sri Hartati mengatakan di Temanggung terdapat 36 kasus Demam Dengue dan 28 kasus Demem Berdarah Dengue (DBD), dengan kasus meninggal terduga DBD satu orang. "KLB DBD belum ada, tetapi memang ada peningkatan kasus DBD di Januari ini," katanya.

Dia menyampaikan daerah yang terdapat kasus seperti Kecamatan Kaloran, Pringsurat, Kandangan, Jumo,  Parakan dan Temanggung. Kasus terbanyak di daerah perkotaan dibanding pedesaan. " Kami berusaha untuk menekan penyebaran, dengan memutus rantai perkembangbiakan nyamuk," katanya.

Direktur RSUD Temanggung dr Artiono mengatakan pihaknya merawat sejumlah pasien DBD. Mereka berasal dari berbagai kecamatan yang ada di kabupaten tersebut. " Pasien itu rujukan dari puskesmas, setelah dirawat inap mereka diperbolehkan pulang untuk rawat jalan, " katanya sembari mengatakan ada peningkatan jumlah pasien pada Januari. (Osy)

 

BERITA REKOMENDASI